kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.799.000   25.000   0,90%
  • USD/IDR 17.900   47,00   0,26%
  • IDX 6.127   -2,81   -0,05%
  • KOMPAS100 807   -1,47   -0,18%
  • LQ45 611   -9,23   -1,49%
  • ISSI 216   0,35   0,16%
  • IDX30 348   -6,56   -1,85%
  • IDXHIDIV20 426   -11,92   -2,72%
  • IDX80 93   -0,89   -0,95%
  • IDXV30 118   -2,46   -2,04%
  • IDXQ30 112   -2,96   -2,59%

Suku bunga The Fed belum akan turun, Wall Street terserang aksi jual


Kamis, 02 Mei 2019 / 06:28 WIB


Reporter: Wahyu Tri Rahmawati | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Wall Street turun setelah bank sentral Amerika Serikat (AS) Federal Reserve menahan suku bunga acuan. Rabu (1/5), Dow Jones Industrial Average turun 0,61% ke 26.430,14.

Indeks S&P 500 turun 0,75% ke 2.923,73. Nasdaq Composite turun 0,57% ke 8.049,64. Seluruh indeks saham AS melemah pada perdagangan kemarin, dengan penurunan terbesar pada DJ Transport.

indeks S&P 500 dan Nasdaq ini menghentikan rekor tertinggi yang tercapai hari sebelumnya. Gubernur The Fed Jerome Powell memupuskan harapan bahwa bank sentral akan menurunkan suku bunga di tahun ini.

Powell mengatakan bahwa penurunan inflasi tahun ini bisa saja terjadi karena faktor peralihan. Hal ini menutup potensi bahwa inflasi yang rendah akan mendorong The Fed untuk menahan suku bunga.

"Fakta bahwa Powell mengatakan bank sentral tidak merencanakan pemangkasan menjadi penyebab aksi jual," kata Michael Antonelli, market strategist di Robert W. Baird kepada Reuters.

Di awal perdagangan indeks S&P 500 sempat mencapai level tertinggi baru akibat lonjakan harga saham Apple Inc sebesar 4,9%. Selasa lalu, Apple mengumumkan kinerja kuartalan yang lebih tinggi daripada prediksi Wall Street meski ada penurunan pendapatan iPhone.

Apple juga mengumumkan rencana buyback saham dengan nilai US$ 75 miliar dan menaikkan dividen tunai sebesar 5%. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×