kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.819.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.577   24,00   0,14%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Sucorinvest : Prospek batubara cerah, rekomendasi beli PTBA


Selasa, 10 Mei 2011 / 15:48 WIB
ILUSTRASI. Foto udara memperlihatkan suasana sepi ruas jalan kawasan Sudirman dan Dr. Satrio, Jakarta, Minggu (29/3/2020). BMKG mengeluarkan ramalan cuaca hari ini di Jabodetabek cerah hingga berawan.


Reporter: Dyah Megasari |

JAKARTA. Sucorinvest Central Gani menilai, kenaikan harga batubara mendorong peningkatan valuasi saham PT Bukit Asam Tbk (PTBA) secara signifikan.

Saat ini, 16 analis memberikan rekomendasi BUY, 7 HOLD dan 2 SELL, dengan target harga konsensus Rp 26.990 per saham.

"Kami menggunakan metode DCF dengan discount factor 16%," ujar Analis Sucorinvest, Frederick Daniel Tanggela, Selasa (10/5). Target harga PTBA menurut perhitungan Frederick adalah Rp 28.600 per saham dengan rekomendasi BUY.

Kenaikan harga batubara di pasar internasional tahun ini diperkirakan akan mendorong kenaikan harga jual rata-rata PTBA sebesar 22%. Kenaikan juga ditopang oleh kontrak harga dengan PLTU Suralaya yang naik 19% menjadi Rp 815.000 per ton. Kontrak penjualan ke PLTU Suralaya tahun ini sebesar 6,1 juta ton. Harga jual ke PLTU Tarahan dan Bukit Asam masing-masing naik 28% dan 34%, dengan volume penjualan 0,7 juta dan 1 juta ton.

Kenaikan harga batubara di pasar domestik dan pasar internasional sejak akhir tahun lalu memberikan dampak positif bagi negosiasi harga jual PTBA tahun ini. Frederick memperkirakan harga jual rata-rata PTBA tahun ini akan mengalami kenaikan 22%. Kenaikan harga jual ini mendorong kenaikan penjualan dan marjin keuntungan PTBA sepanjang 2011.

"Laba bersih PTBA diperkirakan akan mengalami kenaikan 61% YoY menjadi Rp 3,23 triliun dengan penjualan mencapai Rp 11,23 triliun," jelas Frederick.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×