kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.694.000   -13.000   -0,76%
  • USD/IDR 16.401   5,00   0,03%
  • IDX 6.606   19,09   0,29%
  • KOMPAS100 964   -2,78   -0,29%
  • LQ45 747   -0,24   -0,03%
  • ISSI 206   0,68   0,33%
  • IDX30 388   0,44   0,11%
  • IDXHIDIV20 470   1,92   0,41%
  • IDX80 109   -0,32   -0,29%
  • IDXV30 114   -1,22   -1,06%
  • IDXQ30 127   0,06   0,05%

Strategi PTBA sambut era harga batubara rendah


Kamis, 12 November 2015 / 06:02 WIB
Strategi PTBA sambut era harga batubara rendah


Reporter: Dityasa H Forddanta | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Masih tumbuh di tengah penurunan harga batubara. Ini yang terjadi pada PT Bukit Asam Tbk (PTBA) sampai akhir kuartal ketiga 2015. Emiten batubara pelat merah ini mencatat pertumbuhan penjualan 9,3% menjadi Rp 10,5 triliun.

Hanya saja, beban pokok penjualan PTBA melonjak 14,4%, sehingga laba kotor merosot 3,3% menjadi Rp 2,9 triliun. Beban keuangan melonjak dari Rp 13 miliar menjadi Rp 126,5 miliar. Kenaikan beban membuat laba bersih PTBA turun tipis.

Laba bersih Bukit Asam per akhir September 2015 tercatat Rp 1,50 triliun atau turun 4,8% dari periode yang sama tahun lalu Rp 1,58 triliun. Laba bersih PTBA boleh tertekan oleh kenaikan beban. "Tapi PTBA terlalu menarik untuk dihiraukan," ujar Ariyanto Kurniawan, analis Mandiri Sekuritas, Selasa (11/11).

Pasalnya, semula Ariyanto memprediksi PTBA hanya mampu mencetak laba bersih Rp 1,5 triliun pada akhir tahun. Tapi, hingga kuartal III, laba bersih PTBA sudah menyamai prediksinya. Pencapaian laba bersih ini juga telah menyamai konsensus hingga akhir tahun.

Ariyanto bilang, ada tiga hal yang membuat PTBA mampu mencetak kinerja melebihi prediksi konsensus. Pertama, secara kuartalan, PTBA mampu meningkatkan volume penjualan 20%. Kedua, PTBA mampu menghemat cash cost hingga 13%.

Ketiga, average selling price (ASP) batubara PTBA naik 3%. Kombinasi ini mampu meningkatkan margin Bukit Asam. Dengan posisi tersebut, Ariyanto merevisi estimasi pendapatan dan laba bersih PTBA hingga akhir tahun ini masing-masing menjadi Rp 13,79 triliun dan 1,94 triliun.

Isnaputra Iskandar, analis Maybank Kim Eng Securities, dalam riset 4 November, menyebut, selesainya jalur kereta api Tanjung Enim-Prabumulih turut memperkuat kinerja PTBA hingga akhir September. Dia menghitung, volume distribusi batubara pada jalur kereta api PTBA naik 15,2% menjadi 4,5 juta ton secara kuartalan.

PTBA juga mampu meningkatkan volume penjualan sebesar 19,4% menjadi 5,3 juta ton serta menghemat biaya operasional US$ 42,8 per ton, turun 9,1% ketimbang kuartal kedua. "Ketiga kombinasi tersebut dapat menahan turunnya harga jual 2,4% secara kuartalan menjadi US$ 52,4 per ton," kata Isnaputra.

Dia juga merevisi estimasi laba bersih PTBA tahun ini menjadi Rp 1,76 triliun. Rendahnya harga batubara global memang mendorong PTBA pintar-pintar pasang strategi.

Andy Wibowo Gunawan, analis Sucorinvest Central Gani, dalam riset 21 Oktober lalu, bilang, strategi mengontrol produksi, memaksimalkan sistem pertambangan dan menggenjot efisiensi, meloloskan PTBA dari tekanan. Strategi ini mampu membuat penurunan harga batubara PTBA lebih terkendali, yakni hanya turun sebesar 2% yoy menjadi Rp 712.099 per ton.

"Padahal, harga batubara global dari Januari hingga September turun 15%," tambah Andy. Melihat kondisi tersebut, Ariyanto merevisi rekomendasi saham PTBA dari neutral menjadi buy dengan target harga Rp 10.000 per saham.

Isnaputra mempertahankan rekomendasi buy. Isnaputra merevisi target harga PTBA dari semula Rp 7.200 per saham menjadi Rp 9.000 per saham. Andy merekomendasikan buy dengan target harga Rp 11.150 per saham.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Kontan Academy
Mastering Finance for Non Finance Entering the Realm of Private Equity

[X]
×