kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.863.000   45.000   1,60%
  • USD/IDR 17.144   14,00   0,08%
  • IDX 7.676   175,76   2,34%
  • KOMPAS100 1.063   25,24   2,43%
  • LQ45 764   17,96   2,41%
  • ISSI 277   5,37   1,98%
  • IDX30 406   7,07   1,77%
  • IDXHIDIV20 492   5,61   1,15%
  • IDX80 119   2,81   2,42%
  • IDXV30 137   1,27   0,94%
  • IDXQ30 130   1,67   1,30%

SRIL akan Delisting, Dana Miliaran Lo Kheng Hong & Investor Saham Lain Lenyap?


Rabu, 15 April 2026 / 05:25 WIB
SRIL akan Delisting, Dana Miliaran Lo Kheng Hong & Investor Saham Lain Lenyap?
ILUSTRASI. SRIL akan Delisting, Dana Miliaran Lo Kheng Hong & Investor Saham Lain Lenyap?


Sumber: Kompas.com | Editor: Adi Wikanto

KONTAN.CO.ID - Jakarta. Saham PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL) atau Sritex menjadi satu dari 18 saham yang akan dihapus atau delisting dari Bursa Efek Indonesia (BEI). Lalu bagaimana nasib investor saham SRIL, termasuk Lo Kheng Hong yang memiliki jutaan saham SRIL?

BEI mengumumkan rencana delisting 18 saham pada 10 November 2026. Saham SRIL termasuk yang akan dihapus setelah perusahaan tekstil dari Sukoharjo, Jawa Tengah ini dinyatakan pailit. 

Keputusan ini tidak hanya berdampak pada perusahaan, tetapi juga terhadap puluhan ribu investor ritel yang masih memegang saham SRIL.

Tonton: Arab Saudi Pulihkan Jalur Minyak Vital! Dunia Bernapas di Tengah Ancaman Hormuz

Struktur Pemegang Saham SRIL

Struktur kepemilikan saham Sritex menunjukkan dominasi kuat pemegang saham pengendali. Berdasarkan data BEI per 13 April 2026, PT Huddleston Indonesia menjadi pemegang saham terbesar dengan kepemilikan 12,07 miliar saham atau setara 59,03%.

Di bawahnya, saham dimiliki oleh sejumlah investor institusi asing, antara lain:
- Chesney International Pte Ltd: 4,52%
- Grafton Capital Resources Pte Ltd: 4,4%
- Cassell International Pte Ltd: 3,59%
- Kiatnakin Phatra Bank Public Company Limited: 2,14%

Investor kawakan Lo Kheng Hong juga tercatat memiliki 1,02% saham SRIL. Penelusuran KONTAN, Lo Kheng Hong pada 27 Februari 2026 memiliki 209.339.500 unit saham SRIL sekitar 1,02% dari saham yang beredar di publik.

Belum diketahui, harga pembelian saham SRIL oleh Lo Kheng Hong. Sebelum tersandung masalah dan terkena suspensi, harga saham SRIL adalah Rp 146 per saham.

Dengan demikian, investasi Lo Kheng Hong di saham SRIL setara dengan dana Rp 30,56 miliar.

Sementara dari internal manajemen:
- Iwan Setiawan (eks Komisaris): 0,53%
- Iwan Kurniawan Lukminto (eks Direktur): 0,52%

Baca Juga: MEJA Tebar 372,58 Juta Saham Bonus Rasio 6:1, Ini Jadwal Lengkapnya

Alasan BEI Delisting SRIL

Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna, menjelaskan bahwa kebijakan delisting mengacu pada Peraturan Bursa Nomor I-N.

Perusahaan dapat dihapus dari bursa apabila mengalami kondisi signifikan yang berdampak negatif terhadap kelangsungan usaha, baik secara finansial maupun hukum, serta tidak menunjukkan pemulihan yang memadai.

Selain itu, SRIL juga telah mengalami suspensi perdagangan saham lebih dari 24 bulan di pasar reguler dan tunai.

Sebelum keputusan delisting diambil, BEI telah melakukan berbagai tahapan pembinaan, termasuk pemantauan berkelanjutan dan pemberian kesempatan bagi perusahaan untuk memperbaiki kinerja.

Sebagai bentuk perlindungan investor, BEI juga telah memberikan peringatan (early warning) sejak suspensi berlangsung selama enam bulan dan memperbaruinya secara berkala.

Tonton: Kebijakan B50 Berpotensi Meningkatkan Harga CPO dan Risiko Lahan

Dampak Delisting bagi Investor

Investment Specialist Korea Investment and Sekuritas Indonesia (KISI), Ahmad Faris Mu’tashim, menilai dampak utama delisting hanya dirasakan investor yang masih memegang saham tersebut.

Risiko yang dihadapi sesuai dengan prinsip dasar investasi saham, yakni potensi kerugian maksimal sebesar modal yang diinvestasikan.

Delisting juga dinilai sebagai bagian dari manajemen risiko BEI untuk menjaga kualitas dan kredibilitas pasar modal.

Saham dengan likuiditas rendah dan kinerja lemah perlu disaring agar investor dapat lebih fokus pada emiten yang memiliki fundamental kuat.

Baca Juga: Kebijakan B50 Jadi Sentimen Positif, Saham CPO Diproyeksi Menguat

Strategi Investor ke Depan

Investor ritel diharapkan lebih selektif dalam memilih saham untuk meminimalkan risiko penurunan (downside).

Beberapa kriteria saham yang dinilai lebih aman antara lain:
- Likuiditas tinggi  
- Fundamental kuat  
- Struktur keuangan sehat (clean balance sheet)  
- Didukung kondisi makroekonomi yang stabil  

Dengan strategi tersebut, investor berpotensi memperoleh imbal hasil optimal dalam jangka menengah hingga panjang sekaligus menghindari risiko seperti kasus SRIL.

Sumber: https://money.kompas.com/read/2026/04/14/191023126/sritex-sril-akan-didepak-dari-bursa-bagaimana-nasib-investor-termasuk-lo-kheng?page=all#page2.


 

Prabowo Akan Tutup 13 PLTD, Bisa Hemat 200.000 Barel BBM Per Hari

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×