kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.660.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.935   -9,00   -0,05%
  • IDX 5.896   -102,90   -1,72%
  • KOMPAS100 764   -13,28   -1,71%
  • LQ45 584   -4,02   -0,68%
  • ISSI 203   -5,25   -2,52%
  • IDX30 331   -1,77   -0,53%
  • IDXHIDIV20 408   -0,87   -0,21%
  • IDX80 87   -1,24   -1,41%
  • IDXV30 110   -1,47   -1,32%
  • IDXQ30 107   -0,13   -0,12%

Situasi di Eropa masih rentan, bursa Asia bergerak liar


Kamis, 27 Oktober 2011 / 08:46 WIB
ILUSTRASI. Investor memantau perdagangan saham melalui gawainya di Jakarta, Jumat (13/11/2020). Saham-saham ini banyak dikoleksi asing pada perdagangan Jumat (11/12/2020).


Reporter: Barratut Taqiyyah, Bloomberg | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Bursa Asia bergerak fluktuatif pagi ini. Pada pukul 10.14 waktu Tokyo, indeks MSCI Asia Pacific turun 0,1%. Padahal pada transaksi sebelumnya, bursa Asia sempat turun 0,2%. Jumlah saham yang ditransaksikan naik sama dengan jumlah saham yang melorot.

Sementara itu, indeks Nikkei 225 Stock Average Jepang naik 0,1% dan indeks Kospi Korea Selatan naik 0,4%. Sedangkan transaksi perdagangan di bursa Australia terhenti selama lima menit sesaat setelah pembukaan pukul 10.00 waktu Sydney.

Saham-saham yang pergerakannya turut mempengaruhi bursa Asia antara lain: Sumitomo Mitsui Financial Group Inc yang turun 0,6%, Komatsu Ltd naik 0,6%, dan Hyundai Motor Co naik 0,5%.

Pergerakan fluktuatif bursa Asia dipicu oleh hasil pertemuan di Eropa kemarin. Sekadar mengingatkan, pada pertemuan di Brussels kemarin, pimpinan Eropa menyepakati rencana rekapitalisasi perbankan. Sementara, perundingan mengenai kerugian yang harus ditanggung oleh pemilik obligasi terkait dana bailout Yunani yang kedua menemui jalan buntu.

"Situasi di Eropa masih rentan dan kita harus melihat lebih dalam apa sebenarnya yang sudah diputuskan. Pada tahapan ini, informasi berbeda dan cerita silih berganti dari banyak sumber. Hingga keputusan diambil, kita tidak bisa mengetahui apa yang akan terjadi," jelas Diane Lin, fund manager Pengana Capital Ltd yang berbasis di Sydney.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×