kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.705.000   2.000   0,07%
  • USD/IDR 16.973   -20,00   -0,12%
  • IDX 9.135   0,83   0,01%
  • KOMPAS100 1.255   -8,26   -0,65%
  • LQ45 884   -8,74   -0,98%
  • ISSI 334   -0,41   -0,12%
  • IDX30 454   -1,06   -0,23%
  • IDXHIDIV20 538   0,43   0,08%
  • IDX80 140   -1,06   -0,76%
  • IDXV30 149   -0,12   -0,08%
  • IDXQ30 146   -0,09   -0,06%

Sinergi WIFI dan Pos Properti Dorong Ekspansi Jaringan Fixed Broadband 2026


Selasa, 20 Januari 2026 / 16:05 WIB
Sinergi WIFI dan Pos Properti Dorong Ekspansi Jaringan Fixed Broadband 2026
ILUSTRASI. PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) (DOK/PT Solusi Sinergi Digital Tbk) Sinergi WIFI dengan Pos Properti berpotensi genjot laba. Simak strategi efisiensi biaya yang bisa melambungkan kinerja keuangan 2026.


Reporter: Muhammad Alief Andri | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Sinergi PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) dengan Pos Properti Indonesia dinilai menjadi katalis penting dalam mempercepat ekspansi jaringan fixed broadband perseroan pada 2026. Kolaborasi ini membuka peluang efisiensi biaya sekaligus memperkuat prospek pertumbuhan kinerja keuangan WIFI ke depan.

Head of Research KISI Sekuritas, Muhammad Wafi, menilai kerja sama tersebut berperan sebagai akselerator ekspansi karena memangkas signifikan waktu perizinan dan akuisisi lahan.

“Dengan memanfaatkan aset properti Pos yang siap pakai, WIFI bisa mempercepat pembangunan jaringan tanpa harus memulai proses dari awal,” ujar Wafi kepada Kontan, Selasa (20/1/2026).

Baca Juga: Rupiah Jisdor Melemah 0,27% ke Rp 16.981 per Dolar AS pada Selasa (20/1)

Dari sisi belanja modal, sinergi ini dinilai berpotensi menekan capex melalui penerapan strategi asset light model. Menurut Wafi, biaya investasi per titik menjadi lebih rendah, sementara lokasi strategis milik Pos juga meningkatkan stabilitas jaringan.

“Hal ini membuat ekspansi lebih efisien dan menarik untuk mempercepat akuisisi pelanggan, terutama di kota tier-2 dan tier-3,” jelasnya.

Seiring mulai beroperasinya infrastruktur hasil kolaborasi tersebut, Wafi memperkirakan pendapatan WIFI berpeluang tumbuh double digit pada 2026, disertai perbaikan margin laba. Struktur biaya yang lebih ramping, terutama dari berkurangnya beban depresiasi aset fisik, dinilai akan memberikan ruang peningkatan profitabilitas.

Ia juga menyoroti dampak positif sinergi ini terhadap leverage operasional perusahaan. Skema pemanfaatan aset properti Pos mengubah biaya tetap pengadaan lahan menjadi biaya variabel atau bagi hasil.

“Dengan operating leverage yang lebih efisien, setiap kenaikan pendapatan akan berdampak lebih besar terhadap laba bersih,” tambahnya.

Dari sisi valuasi, Wafi menilai prospek saham WIFI masih menarik seiring potensi pertumbuhan dan efisiensi yang ditawarkan sinergi ini. Ia merekomendasikan BUY untuk saham WIFI dengan target harga Rp3.500 per saham.

Baca Juga: MAP Aktif Adiperkasa (MAPA) Hadirkan Merek Sam Edelman ke Pasar Indonesia

Selanjutnya: Rupiah Melemah Mendekati Rp 17.000, Purbaya: Spekulator Jangan Agresif Ambil Untung

Menarik Dibaca: Kiat Orangtua Menyesuaikan Konten YouTube Yang Baik untuk Anak Remaja

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×