kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45921,71   -13,81   -1.48%
  • EMAS1.345.000 0,75%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Simak Strategi Intermedia Capital (MDIA) Hadapi Persaingan Industri Pertelevisian


Rabu, 29 Desember 2021 / 18:52 WIB
Simak Strategi Intermedia Capital (MDIA) Hadapi Persaingan Industri Pertelevisian
ILUSTRASI. Direktur PT Intermedia Capital Tbk (MDIA) Ahmad Zulfikar.


Reporter: Ika Puspitasari | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Intermedia Capital Tbk (MDIA) bersiap dalam menghadapi persaingan dalam industry pertelevisian yang semakin ketat dan kompetitif. 

Direktur PT Intermedia Capital Tbk  Ahmad Zulfikar mengatakan, MDIA melalui ANTV memiliki strategi yang saat ini terbukti berhasil meningkatkan kinerja ANTV selama tahun 2021.

“Strategi kami berfokus pada scheduling, content, costing, dan branding (SCCB). Dalam strategi scheduling, kami percaya setiap time slot memiliki target audience yang berbeda sehingga kami dengan menggunakan micro targeting tersebut mencoba menayangkan program yang menarik bagi penonton,” ujarnya dalam keterbukaan informasi, Rabu (29/12).

ANTV juga menerapkan flanking strategy dengan menayangkan program yang berbeda dengan yang ditayangkan oleh kompetitor. Strategi ini sudah dijalankan oleh ANTV selama beberapa tahun dan telah sukses menjaring penonton dan merupakan salah satu strategi kunci kesuksesan ANTV pada tahun 2017.

Pada strategi content, ANTV menayangkan program-program televisi yang berasal dari untapped market antara dari negara Turki, Filipina dan India. Selain membeli program yang siap tayang, emiten ini juga membeli script dan format dari berbagai negara yang masuk dalam kategori untapped market tersebut.

Baca Juga: Hingga Tutup Tahun, Visi Media Asia (VIVA) Yakin Bisa Catatkan Kinerja Positif

Berdasarkan script dan format tersebut ANTV memproduksi versi lokal yang disesuaikan dengan selera penonton Indonesia, program tersebut tidak hanya berupa TV series tetapi juga program variety show, contohnya adalah program Karma yang ditayangkan ANTV dan sempat menjadi program yang cukup fenomenal.

Selanjutnya melalui strategi branding, ANTV memanfaatkan popularitas dari para aktor dan aktris dari program televisi asing yang ditayangkan di ANTV dengan melibatkan aktor dan aktris tersebut ke program in-house ANTV. 
Selain itu ANTV juga menghadirkan aktor dan aktris tersebut dalam program-program activation seperti contohnya memfasilitasi penggemar serie india untuk bertemu dengan aktor dan aktris tersebut di acara meet & greet, sehingga para pemirsa ANTV dapat secara langsung berinteraksi dengan idola-idola mereka.

“Kami juga menawarkan kepada pengiklan konsep 360 campaign dimana konten-konten ANTV tidak hanya dapat dinikmati di TV FTA, tapi juga bisa di nikmati di streaming media online, mobile, sosial media,off-air, dan lainlain, sehingga pengiklan dapat memasarkan produknya ke masyarakat lebih luas,” paparnya.

Manajemen MDIA memprediksi pertumbuhan TV FTA pada tahun 2021 berdasarkan data resmi Media Partners Asia (MPA) bisa sebesar 5%, tetapi pada kenyataannya pertumbuhan berkisar 5% hingga 10% karena memang pertumbuhan cenderung naik turun.

Baca Juga: Divestasi, struktur keuangan Visi Media Asia (VIVA) bakal membaik

Menurutnya, tantangan utama ke depannya bagi MDIA adalah pelaksanaan analog Switch-Off (ASO). Saat ini terdapat 14 stasiun televisi, diperkirakan nantinya akan menjadi total 42 stasiun televisi. “Dapat dibayangkan bagaimana persaingan penyelenggara TV FTA tersebut nantinya. Perseroan secara teknis dan bisnis sudah siap untuk menghadapi persaingan tersebut,” pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×