kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45995,71   -11,93   -1.18%
  • EMAS988.000 0,00%
  • RD.SAHAM -0.20%
  • RD.CAMPURAN 0.04%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.12%

Simak Strategi Ekspansi Inocycle Technology (INOV) di Tahun 2022


Selasa, 15 Februari 2022 / 07:50 WIB
Simak Strategi Ekspansi Inocycle Technology (INOV) di Tahun 2022
ILUSTRASI. Fasilitas peroduksi PT Inocycle Technology Tbk (INOV).


Reporter: Vina Elvira | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Untuk memaksimalkan laju bisnis di tahun ini, PT Inocycle Technology Group Tbk (INOV) gencar melakukan ekspansi. Salah satunya adalah dengan pembukaan pabrik baru dan juga pengoperasian pabrik-pabrik yang sudah dibangun sejak tahun 2021.  

Direktur INOV, Victor Choi menilai, peluang pertumbuhan bisnis perusahaan masih cukup tinggi untuk ke depannya. Maka dari itu, INOV pun harus sigap melakukan berbagai ekspansi guna memaksimalkan pengembangan bisnis perusahaan. 

"Kami perlu terus ekspansi dan bersama-sama dengan PT Plasticpay Teknologi atau Plasticpay mengurangi sampah plastik, khususnya botol PET di Indonesia," ungkap Victor, kepada Kontan.co.id, Senin (14/2). 

Dari sisi Plasticpay, INOV disebut Victor akan terus mendukung rencana ekspansi anak perusahaannya ini, untuk bisa hadir di kota-kota lain di Indonesia. Di samping itu, upaya penambahan jumlah Plasticpay Dropbox Point dan reverse vending machine (RVM) juga turut menjadi prioritas dari rencana ekspansi perusahaan di tahun ini. 

Baca Juga: Inocycle Technology (INOV) Bidik Laba Bersih Tumbuh 25% di Tahun Ini

 

 

Sebagai informasi, hingga saat ini Plasticpay Dropbox sudah tersebar di berbagai kota di Indonesia, seperti Jabodetabek, Tangerang dan Bekasi. Adapun, jumlah Plasticpay Dropbox sudah mencapai 238 titik, dan diharapkan pada tahun 2022 ini dapat bertambah hingga 800 unit.

Terkait dengan anggaran belanja modal atau capital expenditure (Capex) INOV di tahun 2022, Victor mengatakan bahwa pihaknya mengalokasikan dana sekitar Rp 80 miliar. 

"Untuk alokasi dananya akan lebih banyak digunakan untuk meningkatkan kapasitas fasilitas pencucian botol serta kapasitas produksi di beberapa kota," terang dia. 

Mengenai kinerja full year 2021, tambah dia, saat ini datanya masih dalam proses penghitungan dan audit. Namun INOV sendiri melihat adanya kenaikan harga minyak global, sehingga diharapkan dapat mendorong penjualan INOV sehingga potensinya dapat lebih baik dibandingkan tahun 2020. 

"Sebagaimana yang kita ketahui, saat ini harga minyak global mengalami kenaikan, di mana biasanya turut memberikan angin positif untuk harga jual global Recycled Polyester Staple Fiber (Re-PSF)," sebut Victor. 

Hingga September 2021, INOV berhasil mencatatkan pertumbuhan penjualan hingga 22,8% atau tercatat sebesar Rp 464,6 miliar. Sedangkan dari sisi laba bersih, INOV berhasil merubah kerugian menjadi laba di Kuartal III-2021 yang tercatat sebesar Rp 25,7 miliar atau meningkat sebesar 253,6%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU

[X]
×