kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45758,19   8,68   1.16%
  • EMAS904.000 -1,74%
  • RD.SAHAM 1.15%
  • RD.CAMPURAN 0.62%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.32%

Simak rekomendasi tiga saham konstruksi BUMN berikut


Selasa, 07 April 2020 / 21:12 WIB
Simak rekomendasi tiga saham konstruksi BUMN berikut
ILUSTRASI. Saham konstruksi pelat merah kembali masuk jajaran 10 besar top gainers pada Selasa (7/4).

Reporter: Ika Puspitasari | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Saham konstruksi pelat merah kembali masuk jajaran 10 besar top gainers pada Selasa (7/4). PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) kembali menguat sebesar 7,49% ke level Rp 1.220, kemudian PT PP Tbk (PTPP) meningkat 7,04% ke level Rp 760, dan PT Waskita Karya Tbk (WSKT) tumbuh 4,72% ke posisi Rp 665.

Bahkan, pada kemarin Senin (6/4) ketiga saham itu masuk jajaran lima besar top gainers yakni WIKA menguat 24,73%, PTPP 24,56%, dan WSKT 24,51%. Analis OSO Sekuritas Sukarno Alatas mengatakan, kenaikan saham-saham konstruksi milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang cukup signifikan ini dipengaruhi oleh faktor teknikal.

Memang sejauh ini, saham-saham tersebut mengalami penurunan yang paling dalam. Sehingga, sambungnya, penguatan itu merupakan hal wajar ketika ada rebound teknikal.

Baca Juga: PSBB diterapkan, toko kebutuhan pokok hingga toko obat harus tetap beroperasi

Sukarno melihat, prospek WIKA, PTPP, dan WSKT masih cerah dalam jangka panjang. Secara fundamental, ia bilang, beberapa emiten konstruksi BUMN ini yang masih mencatatkan pertumbuhan kinerja.

Dalam catatan Kontan.co.id, sepanjang tahun lalu WIKA mencatatkan laba bersih sebesar Rp 2,62 triliun atau naik 26,42% secara tahunan. Adapun posisi utang berbunga sebesar Rp 15,08 triliun dan total ekuitas sebesar Rp 19,22 triliun. Ini menghasilkan rasio gross gearing dan net gearing masing-masing hanya sebesar 0,78 kali dan 0,25 kali.

Baca Juga: Kontraktor Swasta Minim Kontrak Baru Imbas Pandemi Corona (Covid-19)

Selanjutnya, WSKT juga berhasil memperoleh nilai kontrak baru sebesar Rp 26 triliun pada tahun lalu. Sekitar 34,7% berasal dari proyek pengembangan bisnis, 46,1% berasal dari proyek BUMN, dan sisanya disumbang oleh proyek pemerintah dan proyek swasta.

Sementara itu, kinerja PTPP turun pada tahun lalu. Pendapatan PTPP sepanjang 2019 tercatat sebesar Rp 24,66 triliun, turun 1,83% dibandingkan capaian pada 2018 yang capai Rp 25,12 triliun. Adapun laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk anjlok 38,06% dari Rp 1,5 triliun menjadi Rp 930,32 miliar.

Baca Juga: Ada Potensi Menarik di Balik Saham BUMN Berkinerja Jeblok

Secara valuasi, sekarang ini harga saham WIKA, PTPP, dan WSKT sudah terbilang murah. Sukarno menyarankan investor untuk buy saham WIKA, PTPP, dan WSKT dalam jangka panjang.

Sementara untuk jangka pendek, “Karena harga sudah naik signifikan dan mulai berbalik arah, bisa melakukan strategi trading sell dan bisa masuk kembali ketika sinyal buy atau swing low kembali tercipta,” kata dia kepada Kontan.co.id, Selasa (7/4).

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.


TERBARU

[X]
×