kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45987,90   -2,03   -0.21%
  • EMAS1.142.000 0,35%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Simak Rekomendasi Saham Erajaya (ERAA) yang Ekspansif Diversifikasi Bisnis


Rabu, 17 Agustus 2022 / 13:38 WIB
Simak Rekomendasi Saham Erajaya (ERAA) yang Ekspansif Diversifikasi Bisnis
ILUSTRASI. Jajaran manajemen PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA)


Reporter: Ridwan Nanda Mulyana | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) terus memperkuat posisi sebagai emiten dengan jaringan ritel yang terdiversifikasi. Tak hanya fokus di segmen digital, ERAA serius mengembangkan tiga vertikal bisnis lainnya.

Tengok saja, melalui unit bisnis Erajaya Beauty and Wellness, pada pekan lalu ERAA secara serentak membuka empat gerai perdana Apotek Wellings di Jakarta. Target ERAA, bisa mengelola lebih dari 200 gerai Apotek Wellings di Indonesia, hingga tahun 2027.

Direktur Erajaya Group, Jeremy Sim, membeberkan bahwa pihaknya tengah memperkuat empat pilar bisnis yang terdiri dari Erajaya Digital, Erajaya Active Lifestyle, Erajaya Beauty & Wellness, serta Erajaya Food & Nourishment. Sebagai bisnis inti, Erajaya Digital masih menorehkan kinerja yang paling solid.

Jeremy memberikan gambaran, dengan estimasi rata-rata siklus pergantian gawai orang Indonesia berkisar 18 bulan, maka Erajaya Digital bisa melakukan transaksi dengan belasan juta pelanggan dalam setahun. Basis pelanggan ini yang disasar Erajaya Group dalam pengembangan pilar bisnis yang lain.

Baca Juga: Erajaya (ERAA) Gelar Eraversary 2022, Perkuat Posisi di Empat Vertikal Bisnis

"Kami tak hanya di gadget saja, tapi juga bergerak dalam beberapa bidang yang lain. Kalau bisa menangkap 20%-30% dari pelanggan yang bertransaksi dengan Erajaya Group, maka costumer databased kami bisa berkembang kurang lebih 5 juta-6 juta pelanggan," kata Jeremy dalam Opening & Launch Eraversary 2022, Selasa (16/8).

Merujuk pada laporan kinerja kuartal pertama 2022, core business Erajaya Digital, masih sangat mendominasi dengan porsi 93% dari total penjualan. Sedangkan tiga bisnis lainnya baru menyumbang 7%.

Rincinya, kontribusi dari segmen Active Lifestyle masih berkisar di 5,7%. Lalu Food & Nourishment baru menyumbang 1%, dan Beauty & Wellness yang baru berkontribusi 0,4% dari total penjualan ERAA.

Dari sisi kategori, penjualan selular phones & tablets masih dominan dengan porsi 79,2%. Sisanya datang dari accessories & others (10,1%), voucher (6,1%), dan komputer & peralatan elektronik lainnya (4,5%).

ERAA pun telah mengumumkan produksi perdana ponsel feature phone hasil kerjasama dengan Nokia. Ponsel tersebut diproduksi di fasilitas manufaktur yang terletak di Kawasan Industri Candi, Semarang, Jawa Tengah, yang dimiliki oleh PT Bangga Teknologi Indonesia.

 

Meski belum merinci detail investasi maupun target produksi dan penjualannya, tapi manajemen ERAA menyampaikan bahwa feature phone hasil kerja sama dengan Nokia ini akan tersedia di jaringan ritel Erajaya Group dalam waktu dekat.

Head of Corporate Communications Erajaya Group, Djunadi Satrio menyampaikan, fokus Erajaya saat ini adalah memastikan produksi perdana feature phone tersebut bisa berjalan dengan lancar.

"Pada tanggal 9 Agustus kami meresmikan produksi perdana feature phone merek Nokia yang di produksi Erajaya Group. Kami harapkan produk perdana ini dapat segera hadir di jaringan ritel Erajaya Group," ujar Djunadi kepada Kontan.co.id, Selasa (16/8) malam.

Djunadi menegaskan, pengembangan bisnis Erajaya Digital dan ekspansi ke tiga bisnis lainnya itu merupakan strategi Erajaya Grup untuk menjadi lifestyle smart retailer terbesar di Asia Tenggara.

Perlu Waktu Memetik Hasil Ekspansi

Analis Sucor Sekuritas Benyamin Mikael memandang positif ekspansi bisnis yang dirintis oleh ERAA. Namun, buah dari strategi tersebut tak bisa dipetik secara instan. Masih butuh waktu untuk melihat perkembangan hasilnya yang saat ini masih dalam skala kecil.

"Saya expect kontribusi dari bisnis digital masih akan mendominasi penjualan perusahaan dalam jangka menengah," kata Benyamin kepada Kontan.co.id, Rabu (17/8).

Lagi pula, walau cukup agresif, Benyamin menyoroti bahwa bisnis-bisnis baru ERAA tersebut lebih mengarah ke segmen menengah ke atas atau niche market. Berbanding dengan bisnis consumer electronic yang bisa mengarah ke pasar yang lebih luas.

Di sisi lain, Benyamin melihat ekspansi ERAA tidak terlalu membebani keuangan perusahaan. Sebab, ERAA memakai strategi kerja sama dalam bentuk joint venture (JV). Terhadap saham ERAA, Benyamin pun memberi rekomendasi beli dengan target harga mencapai Rp 1.000 hingga akhir tahun 2022.

Baca Juga: Gandeng Nokia, Erajaya (ERAA) Produksi Ponsel di Jawa Tengah

Adapun, harga ERAA saat ini berada di posisi Rp 500 setelah melemah 2,91% pada perdagangan Selasa (16/8). Equity Analyst Kanaka Hita Solvera Andhika Cipta Labora punya catatan serupa terhadap ERAA.

Ekspansi ERAA juga masih perlu waktu untuk menjawab ketatnya kompetisi di sektor ritel. Terlebih, lonjakan inflasi belakangan ini bisa membuat daya beli masyarakat melemah yang akan berdampak pada sektor ritel.

Saran Andhika, saham ERAA masih menarik dikoleksi dengan memperhatikan area support di Rp 485 dan target harga di Rp 600.

Head of Research Jasa Utama Capital Sekuritas Cheryl Tanuwijaya memperkirakan, dampak dari ekspansi bisnis ERAA terhadap kinerja keuangannya baru bisa tampak pada tahun depan. Mengingat sejauh ini kontribusi di luar segmen digital masih minim.

Meski begitu, prospek ERAA cukup cerah lantaran ekspansi ini berpotensi menambah tebal perolehan labanya. Cheryl pun memberikan rekomendasi hold bagi saham ERAA dengan target harga di Rp 535.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU

[X]
×