kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.572.000   7.000   0,27%
  • USD/IDR 17.918   -15,00   -0,08%
  • IDX 6.094   62,48   1,04%
  • KOMPAS100 785   10,40   1,34%
  • LQ45 602   8,03   1,35%
  • ISSI 213   1,61   0,76%
  • IDX30 334   4,21   1,27%
  • IDXHIDIV20 427   4,86   1,15%
  • IDX80 90   1,14   1,28%
  • IDXV30 117   0,96   0,83%
  • IDXQ30 109   1,31   1,21%

IHSG Menguat 0,94% Sepekan, Simak Proyeksi dan Rekomendasi Saham untuk Senin (12/10)


Sabtu, 10 Oktober 2026 / 06:00 WIB
IHSG Menguat 0,94% Sepekan, Simak Proyeksi dan Rekomendasi Saham untuk Senin (12/10)
ILUSTRASI. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang melanjutkan pemulihan pada awal pekan depan setelah sempat tertekan (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Pulina Nityakanti | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang melanjutkan pemulihan pada awal pekan depan setelah sempat tertekan hingga mendekati level psikologis 6.000. Meski berhasil mencatatkan kenaikan dalam sepekan, pelaku pasar masih perlu mewaspadai volatilitas yang dipengaruhi sentimen global dan domestik.

Pada perdagangan Jumat (9/10/2026), IHSG menguat 1,04% dan ditutup di level 6.093 di Bursa Efek Indonesia (BEI). Dengan demikian, indeks saham acuan Indonesia tersebut naik 0,94% sepanjang pekan ini.

Technical Analyst RHB Sekuritas Indonesia, Ilham Fitriadi Budiarto, mengatakan IHSG sebenarnya menghadapi tekanan jual yang cukup signifikan selama pekan perdagangan ini.

Setelah menguat 1,36% ke level 6.118,86 pada Senin (5/10/2026), IHSG melanjutkan kenaikan hingga mencapai level 6.192 pada Selasa (6/10/2026). Namun, indeks kemudian berbalik melemah dan ditutup di level 6.031,28 pada Kamis (8/10/2026), terkoreksi 1,88% dalam sehari.

“Pada Jumat (9/10/2026), IHSG bahkan sempat menguji level psikologis 6.000 sebelum kembali menguat pada sesi pertama,” ujarnya kepada Kontan, Jumat (9/10/2026).

Baca Juga: Rupiah Diprediksi Fluktuatif Pekan Depan, Cermati Harga Minyak dan Inflasi AS

Sentimen global dan domestik tekan IHSG

Ilham menjelaskan, tekanan terhadap IHSG dipengaruhi oleh sejumlah faktor, baik dari pasar global maupun kondisi dalam negeri.

Pertama, kenaikan imbal hasil atau yield obligasi Amerika Serikat (AS) serta ketidakpastian arah kebijakan suku bunga bank sentral AS, Federal Reserve (The Fed), membuat investor dan trader cenderung lebih berhati-hati dalam mengambil risiko. Kondisi ini turut memengaruhi minat terhadap aset berisiko, termasuk saham di negara berkembang atau emerging market.

Kedua, pelemahan nilai tukar rupiah menambah tekanan terhadap pasar saham domestik. Depresiasi rupiah berpotensi meningkatkan biaya impor serta memperbesar beban perusahaan yang memiliki kewajiban dalam dolar AS.

Ketiga, ketidakpastian politik dan kebijakan domestik setelah perombakan kabinet turut memengaruhi kepercayaan investor. Di samping itu, aksi jual investor asing juga menjadi faktor yang perlu diperhatikan dalam mencermati pergerakan indeks.

“Kombinasi sentimen tersebut membuat pelaku pasar cenderung melakukan profit taking dan mengurangi eksposur terhadap saham berisiko,” ungkapnya.

Proyeksi IHSG Senin (12/10/2026)

Secara teknikal, Ilham memperkirakan IHSG masih bergerak fluktuatif dengan kecenderungan konsolidasi pada awal pekan depan. Kendati demikian, peluang terjadinya technical rebound tetap terbuka setelah indeks menguji area psikologis 6.000.

Untuk perdagangan Senin (12/10/2026), IHSG diproyeksikan bergerak pada rentang 6.022–6.184.

Level 6.022 menjadi area support yang perlu dicermati karena berada dekat dengan level psikologis 6.000. Kemampuan IHSG untuk bertahan di atas area tersebut akan menjadi salah satu penentu arah pergerakan indeks dalam jangka pendek.

Apabila tekanan jual kembali meningkat dan IHSG menembus level support tersebut, indeks berpotensi melanjutkan koreksi menuju area 5.845.

“Sebaliknya, apabila IHSG mampu bertahan di atas 6.000 dan kembali menembus 6.184, potensi pemulihan jangka pendek akan semakin terbuka,” paparnya.

Baca Juga: IHSG Rebound 1,04% Menjadi 6.093,76, Simak Proyeksi Pekan Depan

Menurut Ilham, pergerakan IHSG pada awal pekan depan masih akan dipengaruhi oleh perkembangan bursa global, pergerakan rupiah, yield obligasi AS, serta arah aliran dana investor asing.

“Namun, selama tekanan jual belum mereda dan IHSG belum mampu kembali ke atas area resistance terdekat, trader sebaiknya tetap mengantisipasi volatilitas pasar, tuturnya.

Rekomendasi saham untuk trading jangka pendek

Di tengah pergerakan IHSG yang masih berfluktuasi, Ilham menyarankan investor untuk mencermati sejumlah saham pada perdagangan Senin (12/10/2026).

Saham yang menjadi perhatiannya adalah VKTR, TAPG, ICBP, dan ARCI.

“Untuk trading jangka pendek, sebaiknya prioritaskan saham dengan likuiditas tinggi, volume transaksi yang memadai, serta pola teknikal yang menunjukkan potensi penguatan,” paparnya.

Investor tetap perlu memperhatikan perkembangan sentimen pasar dan pergerakan harga masing-masing saham sebelum mengambil keputusan transaksi. Pengelolaan risiko juga menjadi penting mengingat IHSG masih menghadapi tekanan jual dan belum sepenuhnya menunjukkan sinyal pemulihan yang kuat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
KONTAN10.10
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×