kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.650.000   17.000   0,65%
  • USD/IDR 18.093   -37,00   -0,20%
  • IDX 5.914   1,95   0,03%
  • KOMPAS100 769   0,17   0,02%
  • LQ45 587   -0,34   -0,06%
  • ISSI 203   0,24   0,12%
  • IDX30 332   -0,36   -0,11%
  • IDXHIDIV20 411   0,09   0,02%
  • IDX80 88   0,09   0,10%
  • IDXV30 112   0,81   0,73%
  • IDXQ30 107   -0,41   -0,38%

Simak Prospek Kinerja Bangun Kosambi Sukses (CBDK) Pasca Suntik Modal Anak Usaha


Jumat, 10 Juli 2026 / 13:32 WIB
Simak Prospek Kinerja Bangun Kosambi Sukses (CBDK) Pasca Suntik Modal Anak Usaha
ILUSTRASI. Kinerja PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK) masih prospektif hingga akhir tahun 2026. (Dok/CBDK )


Reporter: Pulina Nityakanti | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kinerja PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK) dinilai masih prospektif hingga akhir tahun 2026. Salah satunya juga didukung oleh penyuntikan modal ke anak usaha.

Melansir keterbukaan informasi tanggal 8 Juli 2026, CBDK melakukan peningkatan modal ditempatkan dan modal disetor, penyesuaian dengan KLBI yang baru dan penambahan KBLI pada entitas anaknya, yaitu PT Industri Pameran Nusantara (IPN).

Sekretaris Perusahaan PT Bangun Kosambi Sukses Tbk Yohanes Edmond Budiman mengatakan, IPN telah melakukan penerbitan saham baru sebanyak 5,3 juta saham seri B dengan jumlah nilai nominal Rp17.000 per saham atau seluruhnya sebesar Rp 90,10 miliar yang seluruhnya telah diambil bagian dan disetor oleh perseroan.

Sebelum peningkatan modal tersebut, modal disetor IPN tercatat Rp 2,55 triliun, di mana perseroan memiliki penyertaan modal sebesar Rp 2,54 triliun atau setara dengan 99,99% dari seluruh modal ditempatkan dan disetor.

Baca Juga: Rans Entertainmen (RANS) Respons Isu Pencucian Uang

“Setelah penerbitan saham baru tersebut, modal disetor IPN meningkat menjadi Rp 2,64 triliun, dengan kepemilikan modal perseroan menjadi sebesar Rp 2,63 triliun atau setara 99,99% dari seluruh modal ditempatkan dan disetor dalam IPN,” katanya dalam keterbukaan informasi tersebut.

Selain itu, CBDK juga meningkatkan modal dasar, modal ditempatkan, dan modal disetor pada entitas anak, yaitu PT Samudra Mega Utama (SMU).

Yohanes menyampaikan, SMU telah meningkatkan modal dasar sebanyak Rp 38,4 miliar. Sebelum peningkatan modal dasar tersebut, modal dasar SMU tercatat Rp 1.200.000.000, sehingga total modal dasar SMU menjadi Rp 39.600.000.000.

SMU juga telah melakukan penerbitan saham baru sebanyak 23.001 saham dengan jumlah nilai nominal Rp 600.000 per saham atau seluruhnya sebesar Rp 13.800.000.000 yang seluruhnya telah diambil bagian dan disetor oleh Para Pemegang Saham SMU.

Sebelum peningkatan modal tersebut, modal disetor SMU tercatat sebesar Rp 600.000.000 di mana Perseroan memiliki penyertaan modal sebesar Rp 599.400.000,-atau setara dengan 99,90% dari seluruh modal ditempatkan dan disetor. 

Setelah penerbitan saham baru tersebut, modal disetor SMU meningkat menjadi Rp 14.400.600.000 dengan kepemilikan modal Perseroan menjadi sebesar Rp 14.385.600.000 atau setara 99,90% dari seluruh modal ditempatkan dan disetor dalam SMU.

Sebelumnya, CBDK juga telah meningkatkan modal ditempatkan dan modal disetor pada entitas anak, PT Citra Kirana Bisnis Distrik (CKBD).

Baca Juga: Dibayangi Dinamika Geopolitik, Begini Prospek Valas Komoditas

CKBD telah melakukan penerbitan saham baru sebanyak 105.650 saham dengan jumlah nilai nominal Rp 1.000.000 per saham.  

Jumlah tersebut setara dengan Rp 105.650.000.000 yang seluruhnya telah diambil bagian dan disetor oleh para pemegang saham CKBD. Sebelum peningkatan modal tersebut, modal disetor CKBD tercatat sebesar Rp 100.000.000 di mana perusahaan memiliki penyertaan modal sebesar Rp 99.000.000 atau setara dengan 99% dari seluruh modal ditempatkan dan disetor. 

Setelah penerbitan saham baru tersebut, modal disetor CKBD meningkat menjadi Rp 105,75 miliar dengan kepemilikan modal perusahaan menjadi sebesar Rp 104,69 miliar atau setara 99,00% dari seluruh modal ditempatkan dan disetor dalam CKBD.

Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta melihat, CBDK masih berada dalam fase pertumbuhan, didukung oleh berlanjutnya pengembangan proyek serta pengakuan pendapatan yang mengikuti progres pembangunan dan serah terima aset. 

Sebagai emiten properti, kinerja CBDK memang cenderung bersifat fluktuatif secara kuartalan karena sangat dipengaruhi oleh timing pengakuan pendapatan.

Apabila progres pembangunan dan proses penjualan berjalan sesuai target, terdapat peluang kinerja kuartal II-2026 lebih baik dibandingkan kuartal I-2026. 

“Namun, peningkatan tersebut tetap bergantung pada realisasi marketing sales, penyelesaian proyek, serta waktu pengakuan pendapatan,” katanya kepada Kontan, Kamis (9/7/2026).

Baca Juga: Kinerja Keuangan RANS Turun pada 2025, Nagita Slavina Beberkan Penyebabnya

Menurut Nafan, aksi buyback saham CBDK juga memberikan sinyal bahwa manajemen CBDK memiliki keyakinan terhadap nilai intrinsik dan prospek jangka panjang perseroan. 

Selain berpotensi meningkatkan earning per share (EPS) melalui berkurangnya jumlah saham beredar, buyback juga dapat membantu meredam volatilitas harga saham apabila tekanan berasal dari sentimen pasar, bukan pelemahan fundamental.

Sementara itu, tambahan modal sekitar Rp 200 miliar kepada anak usaha menunjukkan komitmen perseroan untuk mempercepat pengembangan proyek atau memperkuat kapasitas operasional. 

“Apabila dana tersebut dapat dikonversi menjadi proyek yang menghasilkan pendapatan dan laba, maka dampaknya akan positif terhadap pertumbuhan kinerja dalam beberapa tahun ke depan,” paparnya.

Analis BRI Danareksa Sekuritas, Abida Massi Armand menambahkan, buyback saham CBDK senilai Rp250 miliar mencerminkan keyakinan manajemen bahwa harga saham belum mencerminkan fundamental yang sesungguhnya. 

“Setor modal ke IPN untuk memperkuat NICE adalah investasi jangka panjang membangun recurring income yang akan semakin material seiring ramp-up kapasitas,” tuturnya kepada Kontan, Kamis (9/7/2026).

Secara prospek, Nafan melihat, CBDK masih memiliki peluang pertumbuhan yang cukup baik apabila didukung oleh keberhasilan pengembangan kawasan, meningkatnya permintaan properti, serta kemampuan perusahaan mengeksekusi proyek sesuai jadwal.

Sentimen positif yang perlu dicermati antara lain berlanjutnya pengembangan proyek dan peningkatan marketing sales dan potensi penurunan suku bunga yang dapat meningkatkan permintaan properti.

Lalu, buyback saham yang dapat memperkuat kepercayaan investor, penyertaan modal ke anak usaha yang berpotensi mempercepat ekspansi dan menciptakan sumber pendapatan baru, serta perbaikan sentimen terhadap sektor properti seiring meningkatnya aktivitas ekonomi.

Sementara, sentimen negatif yang membayangi kinerja CBDK meliputi tingkat suku bunga yang masih relatif tinggi sehingga dapat menahan permintaan properti, pelemahan daya beli masyarakat, serta risiko keterlambatan pembangunan maupun serah terima proyek.

“Kemudian, kenaikan biaya konstruksi dan harga material, serta ketidakpastian ekonomi global yang dapat memengaruhi minat investasi di sektor properti,” paparnya.

Sayangnya, Nafan masih merekomendasikan wait and see untuk CBDK.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Video Terkait



TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Teori, Strategi & Taktik Penagihan Kredit/ Piutang Macet Secara Dini & Terintegrasi Serta Efisien & Efektif

[X]
×