kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45921,46   1,15   0.12%
  • EMAS1.343.000 -0,30%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Siloam International (SILO) Bagikan Dividen dan Angkat Presiden Direktur Baru


Kamis, 25 Mei 2023 / 13:32 WIB
Siloam International (SILO) Bagikan Dividen dan Angkat Presiden Direktur Baru
Paparan publik hasil RUPS PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO).


Reporter: Dimas Andi | Editor: Handoyo .

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO) telah menyelesaikan seluruh agenda Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) dan Rapat Umum Pemengang Saham Luar Biasa (RUPSLB) untuk tahun buku 2022.

RUPS SILO menyetujui pembagian dividen untuk tahun buku 2022 sebesar Rp 255 miliar dengan rasio pembayaran dividen (DPR) sebesar 36% dari laba bersih perusahaan pada tahun 2022. Dividen per lembar saham tercatat sebesar Rp 19,67 per lembar.

Selain itu, para pemegang saham menyetujui pembebasan tugas seluruh Direksi dan Dewan Komisaris pada 2023. Seluruh manajemen SILO berterima kasih atas bimbingan dan kebijaksanaan dari jajaran direksi dan jajaran dewan komisaris perusahaan, karena telah berhasil membawa SILO melewati masa pandemi dan terus mencapai pertumbuhan yang signifikan selama masa jabatannya.

Baca Juga: Siloam International Hospitals (SILO) Siapkan Rp 50 Miliar untuk Buyback Saham

Guna meningkatkan kinerja perusahaan secara berkesinambungan, pada RUPS SILO mengangkat susunan direksi dan dewan komisaris baru untuk masa jabatan 3 tahun yang berlaku efektif sejak penutupan RUPS. 

Dengan semangat profesionalisme dan mengutamakan kepentingan keberhasilan program-program SILO di masa yang akan datang, RUPS menyetujui pengangkatan Benny Haryanto Djie sebagai Presiden Direktur Siloam International Hospitals menggantikan Darjoto Setyawan. Sebelum bergabung dengan SILO, Benny telah memiliki pengalaman yang luas di berbagai industri keuangan dalam posisi manajemen senior selama lebih dari 3 dekade. 

Benny berperan dalam melakukan proses digitalisasi infrastruktur di pasar modal di Indonesia. Saat menjabat direksi PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), dia berhasil melakukan transformasi di dunia pasar modal Indonesia dan mengimplementasikan book-entry settlement system untuk perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Transformasi ini menjadi landasan perdagangan saham di pasar modal Indonesia yang efektif dan efisien. Lebih lanjut, ketika menjalani pekerjaannya sebagai Direktur Utama PT Ciptadana Capital, Benny berhasil memimpin transformasi bisnis dengan mengimplementasikan diversifikasi layanan Ciptadana Capital, yang kemudian menuntun perusahaan tersebut mencapai tingkat pertumbuhan yang lebih tinggi.

Benny menyampaikan, dirinya merasa terhormat bisa menjadi Presiden Direktur SILO yang baru. Ia juga mengapresiasi capaian manajemen SILO terdahulu yang berhasil mempertahankan kinerja perusahaan tersebut, terutama ketika pandemi Covid-19.

"Kami akan terus tingkatkan layanan Siloam sesuai standar global baik untuk operasional maupun klinikal," ujar dia dalam sambutan sebelum paparan publik, Kamis (25/5).

Sementara itu, dalam mata acara RUPSLB, para pemegang saham SILO juga menyetujui rencana pembelian kembali saham (buyback) dalam rangka program Management and Employee Shares Ownership Program (MESOP) perusahaan untuk periode 2024-2027. 

 

Untuk lebih menyamakan Indikator Perfoma Kerja (KPI) manajemen dan karyawan dengan pemegang saham, SILO menerapkan progam opsi kepemilikan saham untuk karyawan dan manajemen. Jajaran manajemen dan karyawan senior akan diberikan sejumlah saham sebagai bagian dari remunerasi yang mengacu kepada KPI yang dicapai dan pedoman harga saham. 

Jangka waktu buyback saham tersebut akan dimulai pada tanggal 29 Mei 2023 sampai dengan tanggal 29 Mei 2024, atau tanggal lainnya yang dapat ditentukan oleh direksi perusahaan dengan tunduk pada batas waktu yang ditentukan dalam Pasal 8 POJK 30/2017. 

Biaya yang akan dikeluarkan atas pelaksanaan buyback saham direncanakan sebanyak-banyaknya Rp 50 miliar, tidak termasuk biaya-biaya perantara pedagang efek dan biaya lainnya sehubungan dengan pembelian kembali saham. 

Jumlah saham SILO yang akan dibeli kembali adalah sebanyak-banyaknya 0,30% dari modal yang telah ditempatkan dan disetor dalam perusahaan termasuk saham treasuri.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×