kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45895,84   4,26   0.48%
  • EMAS1.325.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Sikap Hawkish The Fed Dinilai Pengaruhi Pergerakan IHSG


Minggu, 26 Februari 2023 / 05:00 WIB
Sikap Hawkish The Fed Dinilai Pengaruhi Pergerakan IHSG


Reporter: Aurelia Felicia | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 0,25% atau 17,122 poin di akhir pekan ini (24/2). Pergerakan utama IHSG masih dipengaruhi oleh perhatian investor pada sikap hawkish The Fed. 

Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana melihat pada pekan ini pasar masih dipengaruhi oleh sentimen dari global karena perhatian investor masih tertuju pada sikap kebijakan moneter The Fed. 

“Nampaknya (The Fed) masih akan mempertahankan kenaikan suku bunganya untuk menurunkan inflasi hingga target yang ingin dicapai yakni di 2%,” jelasnya. 

Baca Juga: IHSG Terkoreksi Dalam Sepekan, Asing Catat Net Buy pada Saham-Saham Ini

Herditya memperkirakan hal tersebut masih akan mempengaruhi pasar di pekan depan ditambah adanya rilis inflasi Indonesia.

Di sisi lain, Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas Rio Febrian melihat sepekan ini IHSG dipengaruhi oleh pasar yang mengantisipasi risalah The Fed yang rilis pada Rabu (22/2) waktu setempat. 

Sepakat dengan Herditya, Rio menilai pasar nampaknya mulai menimbang kondisi The Fed Rate yang hampir mencapai level puncak meski masih terdapat potensi kenaikan dalam beberapa FOMC mendatang. 

“Hal ini ditunjukan dengan rebound pada saham-saham rate-sensitive, terutama bank, property dan real estate,” jelasnya. 

Selain itu, ekspektasi rebound harga komoditas seiring ekspektasi pemulihan demand komoditas dari Eropa berpotensi mendorong rebound pada saham-saham di sektor energi.

Baca Juga: IHSG Turun 0,57% Sepekan, Investor Menyoroti Langkah The Fed

Rio memprediksi kinerja keuangan FY2022 dari emiten di BEI diperkirakan masih menjadi sentimen utama yang mempengaruhi pergerakan IHSG pada pekan depan.

Dari dalam negeri pelaku pasar juga mengantisipasi data inflasi dan indeks manufaktur Indonesia di Februari 2023. 

“Sementara dari eksternal, ekspektasi kembalinya indeks manufaktur Tiongkok ke batas ekspansif (50) di Februari 2023 (1/3) diperkirakan turut menentukan pergerakan IHSG,” tambahnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×