kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.529   29,00   0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Sidomulyo Selaras targetkan pendapatan tumbuh 60% di tahun ini


Jumat, 17 Juni 2011 / 17:04 WIB
ILUSTRASI. Direktur Utama PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (BPUI) Robertus Bilitea saat rapat dengar pendapat dengan Komisi VI DPR di Jakarta (9/9/2020).


Reporter: Astri Kharina Bangun | Editor: Dupla Kartini

JAKARTA. PT Sidomulyo Selaras Tbk optimisti tahun ini pendapatan perseroan dapat naik 60% dibanding tahun lalu, yaitu menjadi Rp 160 miliar. Hal ini ditunjang penambahan armada yang bakal dilakukan perseroan pasca IPO.

Hingga kuartal pertama 2011, perseroan telah mengantongi pendapatan sebesar Rp 28 miliar. Adapun laba bersih perseroan pada periode tiga
bulan pertama tahun ini sebesar Rp 3 miliar.

"Proyeksi laba bersih hingga akhir tahun sejumlah Rp 22 miliar. Tahun lalu, laba bersih perseroan senilai Rp 8,7 miliar," ujar Direktur Keuangan PT Sidomulyo Selaras Tbk Erwin Hadiyanto, Jumat (17/6).

Perusahaan penyedia jasa angkut transportasi darat khusus bahan kimia, minyak dan gas ini merencanakan belanja modal sebanyak Rp 40 miliar untuk tahun ini. Seluruhnya akan digunakan untuk membeli truk prime mover, isotank, dan trailer. Dana pembelian armada berasal dari hasil IPO.

Saat ini Sidomulya sudah memiliki 66 unit truk prime mover, isotank IMO sebanyak 60 unit, dan trailer sebanyak 134 unit.

Pertumbuhan pendapatan perseroan diproyeksi meningkat seiring pertumbuhan sektor industri kimia. Sektor industri kimia sendiri diharapkan dapat tumbuh 10% per tahun selama periode 2010-2025.

Selain menambah armada, perseroan juga berencana memperluas cakupan usaha. "Selama ini kita sudah beroperasi di pulau Jawa, Sumatra, dan
Kalimantan. Selanjutnya kami tengah menjajaki ke Sulawesi," jelas Erwin.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×