kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.574.000   -20.000   -0,77%
  • USD/IDR 17.909   -32,00   -0,18%
  • IDX 5.926   -10,17   -0,17%
  • KOMPAS100 765   -0,18   -0,02%
  • LQ45 589   -1,71   -0,29%
  • ISSI 206   -0,73   -0,35%
  • IDX30 328   -1,45   -0,44%
  • IDXHIDIV20 422   -0,98   -0,23%
  • IDX80 87   -0,08   -0,10%
  • IDXV30 116   -0,04   -0,04%
  • IDXQ30 108   -0,46   -0,42%

Setelah Tumbang, IHSG Punya Peluang Rebound pada Rabu (14/10)?


Selasa, 13 Oktober 2026 / 19:46 WIB
Setelah Tumbang, IHSG Punya Peluang Rebound pada Rabu (14/10)?
ILUSTRASI. IHSG Melemah (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Penulis: Muhammad Alief Andri | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang mengalami penguatan teknikal atau technical rebound pada perdagangan Rabu (14/10/2026), setelah ditutup melemah pada perdagangan Selasa (13/2/2026). Meski demikian, pergerakan IHSG masih dibayangi tren bearish dan tekanan sentimen eksternal.

Merujuk pada data pasar, IHSG ditutup melemah 0,17% ke level 5.925,98 pada perdagangan Selasa (13/10/2026).

Secara teknikal, IHSG masih berada di bawah exponential moving average (EMA) 5 di level 6.004,91, EMA 10 di level 6.067,06, dan EMA 50 di level 6.278,20. Posisi tersebut menunjukkan bahwa tekanan jual masih membayangi pergerakan IHSG.

Meski demikian, Bumiputera Sekuritas melihat peluang pemulihan setelah IHSG sempat menyentuh level 5.828,68 dan membentuk long lower shadow atau ekor bawah yang panjang pada candlestick.

“Meski demikian, terbentuknya long lower shadow setelah indeks sempat menyentuh 5.828,68 menunjukkan adanya respons beli di area bawah. Pola candlestick yang menyerupai hammer, didukung Stochastic yang berada di area oversold, mulai membuka peluang technical rebound, meskipun MACD masih menunjukkan momentum negatif,” tulis Bumiputera Sekuritas dalam risetnya, Selasa (13/10/2026).

Baca Juga: Simak Rekomendasi Teknikal Saham EXCL, MEDC, ACES untuk Rabu (14/10)

Bumiputera Sekuritas memproyeksikan IHSG berpeluang menguat menuju rentang 6.007-6.067 apabila mampu melewati level 5.930 dan kembali bergerak di atas EMA 5.

Namun, investor tetap perlu mencermati area support di kisaran 5.828-5.798. Level tersebut menjadi area penting yang perlu dipertahankan untuk menjaga peluang pemulihan indeks.

Dari eksternal, perhatian pasar pada Rabu (14/10/2026) tertuju pada rilis data inflasi konsumen Amerika Serikat (AS), termasuk Consumer Price Index (CPI) dan Core CPI. Data tersebut menjadi acuan investor untuk menilai tekanan inflasi dan arah kebijakan suku bunga bank sentral AS atau Federal Reserve.

Selanjutnya, data Producer Price Index (PPI) dan penjualan ritel AS yang dijadwalkan rilis pada Kamis (15/10/2026) turut menjadi perhatian. Perkembangan inflasi dan konsumsi AS berpotensi memengaruhi ekspektasi kebijakan moneter serta pergerakan pasar keuangan global.

Harga minyak mentah Brent yang berada di sekitar US$ 105 per barel dan ketegangan geopolitik di Timur Tengah juga berpotensi menjaga tekanan inflasi.

Dari kawasan Asia, investor mencermati rilis data inflasi dan perdagangan China pada Rabu (14/10/2026). Data tersebut dapat memberikan gambaran mengenai perkembangan permintaan dan aktivitas ekspor China, di tengah tantangan dari sektor properti dan konsumsi.

Tekanan pada saham teknologi regional, keputusan moneter Singapura, serta laporan keuangan Taiwan Semiconductor Manufacturing Company (TSMC) pada Kamis (15/10/2026) juga berpotensi memengaruhi sentimen pasar saham Asia.

Sementara dari dalam negeri, hasil lelang Surat Utang Negara (SUN) dengan target indikatif Rp 30 triliun menjadi perhatian untuk mengukur minat investor terhadap obligasi pemerintah.

Baca Juga: IHSG Berpeluang Menguat pada Rabu (14/10), Simak Saham Pilihan Analis

Cadangan devisa Indonesia pada September 2026 sebesar US$ 146,3 miliar masih mendukung stabilitas eksternal. Namun, penguatan dolar AS dan tingginya imbal hasil US Treasury tetap berpotensi menekan nilai tukar rupiah.

Investor juga akan mencermati perkembangan nilai tukar dan likuiditas menjelang Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pada 20-21 Oktober 2026.

Bumiputera Sekuritas menilai peluang penguatan teknikal IHSG masih terbuka, tetapi keberlanjutannya bergantung pada kemampuan indeks mempertahankan level support serta meredanya tekanan eksternal.

“Secara keseluruhan, peluang technical rebound IHSG masih terbuka, tetapi keberlanjutannya sangat bergantung pada kemampuan indeks mempertahankan support serta meredanya tekanan eksternal,” tulis Bumiputera Sekuritas.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN10.10
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×