kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   20.000   0,76%
  • USD/IDR 18.088   -22,00   -0,12%
  • IDX 6.042   2,45   0,04%
  • KOMPAS100 790   1,48   0,19%
  • LQ45 600   1,02   0,17%
  • ISSI 210   -0,03   -0,02%
  • IDX30 339   0,09   0,03%
  • IDXHIDIV20 422   0,59   0,14%
  • IDX80 90   0,11   0,12%
  • IDXV30 115   -0,13   -0,11%
  • IDXQ30 109   0,09   0,08%

Setelah menembus rekor, bursa AS dibuka flat


Jumat, 12 Juli 2013 / 20:55 WIB
ILUSTRASI. Lo Kheng Hong menyampaikan paparannya


Sumber: Bloomberg | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

NEW YORK. Bursa AS dibuka flat pada transaksi perdagangan hari ini (12/7). Data Bloomberg menunjukkan, pada pukul 09.31 waktu New York, indeks Standard & Poor's 500 turun kurang dari 0,1% menjadi 1.675.

Padahal, kemarin, indeks S&P 500 ditutup di rekor tertingginya sepanjang sejarah. Pergerakan mendatar pasar saham ini terjadi seiring aksi wait and see investor terhadap kinerja perbankan dan perilisan data tingkat kepercayaan konsumen.

"Tidak ada sentimen yang dapat menggerakkan pasar pada hari ini. Investor menunggu dirilisnya data kinerja perbankan," jelas Witold Bahrke, senior strategist PFA Pension A/S di Copenhagen.

Dia menambahkan, selain musim rilis kinerja emiten, isu yang juga mempengaruhi pasar adalah kebijakan pemerintah. "Untuk saat ini, tema yang mendominasi adalah rencana pengurangan stimulus oleh the Fed tidak akan menggerus kinerja pasar saham, dibanding dengan pertanyaan apakah pengurangan stimulus akan dilakukan atau tidak," jelasnya.

Sekadar informasi, kemarin (11/7), indeks S&P 500 mencatatkan kenaikan sebesar 1,4% menjadi 1.675,02. Lonjakan terjadi setelah Pimpinan the Fed Ben S Bernanke menyatakan bahwa stimulus masih dibutuhkan oleh perekonomian AS.

Sementara, jika dikalkulasikan, sepanjang pekan ini bursa AS sudah mendaki 2,6%. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×