kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Setelah ambruk, harga CPO mulai rebound ke MYR 2.736 per metrik ton


Rabu, 29 Januari 2020 / 11:19 WIB
ILUSTRASI. Perkebunan kelapa sawit


Sumber: Reuters | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga minyak kelapa sawit atawa crude palm oil (CPO) melesat 6% usai ambruk saat pembukaan perdagangan setelah libur Tahun Baru Imlek. 

Mengutip Bloomberg, Rabu (29/1) pukul 11.00 WIB, harga CPO kontrak pengiriman April 2020 di Malaysia Derivatives Exchange menguat 6,25% menjadi MYR 2.736 per metrik ton. 

Posisi cukup untuk membalikkan keadaan setelah pada Selasa (28/1), harga CPO ditutup di level MYR 2.575 per metrik ton, atau melemah 9,99% dari posisi Jumat (24/1) di MYR 2.861 per metrik ton. Ini adalah penurunan terbesar harian dalam satu dekade terakhir. 

Baca Juga: Harga CPO langsung ambruk 5% selepas libur Tahun Baru Imlek

Sebenarnya, saat pembukaan hari ini harga CPO sempat kembali ke level MYR 2.810 per metrik ton. 

"Penurunan kekhawatiran virus corona kemarin sudah berlebihan. Sekarang, pelaku pasar melakukan beberapa penyesuaian," kata seorang pelaku pasar yang berbasis di Kuala Lumpur seperti dikutip Reuters.

Keperkasaan CPO hari ini juga datang dari harga minyak kedelai yang naik. Hari ini, harga minyak kedelai di Chicago Board of Trade naik 0,9% karena pelaku pasar sudah memperhitungkan dampak ekonomi dari virus corona ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×