kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.513   13,00   0,07%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Sesi kedua, koreksi berpotensi berlanjut


Senin, 02 Juni 2014 / 13:11 WIB
ILUSTRASI. 6 Cara Mengatasi Rambut Kering dengan Benar, Tidak Sulit!


Reporter: Dityasa H Forddanta | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bertahan di zona merah. Menutup sesi perdagangan pertama, indeks merosot 0,28% atau 13,83 poin ke level 4880,07.

Riset Henan Putihrai siang ini, (2/6), menjelaskan, pelemahan tersebut dipicu oleh aksi ambil untung yang dilakukan oleh pelaku pasar sembari menunggu sentimen lanjutan soal pilpres. Namun, pelepasan tersebut dimanfaatkan asing untuk melakukan pembelian selektif.

IHSG kembali membentuk sinyal negatif setelah membentuk Lower Low, sehingga untuk sesi kedua koreksi masih berpotensi berlanjut. Angka support terdekat pada kisaran level 4.865, yang apabila tertembus berpotensi menuju kisaran level 4.830, dan selanjutnya 4.800. Resistance pada level 4.910 dan selanjutnya 4.945.

Sementara analis Asjaya Indosurya Securities William Surya Wijaya bilang, support 4.865 masih terjaga dengan kuat. Hal ini juga merupakan imbas dari aksi beli selektif asing sehingga tetap terdapat inflow.

Dia menambahkan, secara fundamental data ekonomi yang dilansir cukup stabil sehingga kepercayaan akan perekonomian Indonesia masih terjaga. Resistance terdwkat ada di 4.946.

"Potensi kenaikan akan terlihat untuk beberapa waktu kedepan," pungkas William. Untuk sesi kedua, dia merekomendasikan saham BALI, MPPA, SSMS, BBCA, ASII, INDF, KAEF, UNTR, dan UNVR.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×