kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.670.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.768   59,00   0,33%
  • IDX 6.511   -6,92   -0,11%
  • KOMPAS100 849   0,33   0,04%
  • LQ45 643   1,28   0,20%
  • ISSI 228   -0,92   -0,40%
  • IDX30 360   0,98   0,27%
  • IDXHIDIV20 441   2,68   0,61%
  • IDX80 97   0,04   0,04%
  • IDXV30 123   0,84   0,69%
  • IDXQ30 114   0,45   0,40%

Sepekan ini rupiah terdepresiasi 0,23% ke Rp 13.782 per dollar


Jumat, 23 Maret 2018 / 18:31 WIB
ILUSTRASI. Rupiah versus US Dollar


Reporter: Grace Olivia | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Setelah sempat menguat, rupiah harus menutup pekan ini dengan pelemahan. Kekhawatiran pelaku pasar kembali mencuat pasca Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memutuskan untuk mengenakan tarif impor pada barang-barang asal China hingga US$ 60 miliar.

Mengutip Bloomberg, Jumat (23/3), nilai tukar rupiah di pasar spot ditutup melemah 0,2% ke level Rp 13.782 per dollar AS. Dalam sepekan, mata uang Garuda telah terdepresiasi sebesar 0,23%.

Valuasi rupiah menurut Kurs Tengah Bank Indonesia hari ini juga mencatat pelemahan ke level Rp 13.780, dibandingkan kemarin yang masih di level Rp 13.737 per dollar AS. Dalam sepekan, rupiah melemah 0,11%.

Ekonom Samuel Aset Manajemen, Lana Soelistianingsih, menilai rupiah kembali tertekan oleh isu mengenai kebijakan dagang proteksionis Trump terhadap China. "Akibatnya, dana asing lagi-lagi keluar cukup besar dari pasar kita," ujar Lana, (23/3)

Terbukti, pada penutupan perdagangan hari ini, investor asing mencatat aksi jual yang cukup besar. Net sell di pasar reguler sebesar Rp 939,36 miliar dan Rp 1,060 triliun di keseluruhan perdagangan.

Analis Monex Investindo Putu Agus Prasuanmitra, sepakat, bahwa sejatinya sentimen negatif belum usai menyelimuti pergerakan rupiah.

"Kemungkinan besar China akan melakukan aksi balas terhadap kebijakan dagang AS sehingga ini membuat para pelaku pasar cemas dan beralih dari aset yang berisiko, termasuk rupiah," kata Putu, (23/3).

Putu menilai perkembangan perang dagang antara AS dan China ini masih akan mempengaruhi kinerja rupiah di pekan depan. Apalagi, sentimen dari data-data ekonomi domestik maupun eksternal cenderung minim.

Kendati begitu, Putu cukup yakin memprediksi rupiah akan bergerak menguat. Sebab, "Bank Indonesia tidak akan membiarkan rupiah turun lebih dari level resistennya Rp 13.800," kata Putu.

Putu memproyeksi rupiah akan menguat dalam rentang Rp 13.710 - Rp 13.800 selama pekan mendatang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×