kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Sentuh harga terendah 2019, permintaan emas berpotensi naik


Rabu, 17 April 2019 / 09:30 WIB


Reporter: Wahyu Tri Rahmawati | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga emas yang merosot pada perdagangan kemarin memicu aksi beli pada hari ini. Rabu (17/4) pukul 9.24 WIB, harga emas untuk pengiriman Juni 2019 di Commodity Exchange berada di US$ 1.279,60 per ons troi. Harga emas ini naik 0,19% dalam sehari.

Kemarin, harga emas turun 1,09% jika ke level US$ 1.277,20 per ons troi yang merupakan harga terendah tahun ini. Dalam empat hari penurunan berturut-turut, harga emas melorot 2,79%.

"Alasan utama penurunan harga emas adalah perbaikan data ekonomi. Misalnya data ekonomi China yang mulai membaik," kata Dominic Schneider, analis UBS Wealth Management kepada Reuters.

Pekan lalu, China melaporkan angka ekspor dan impor yang membaik pada kuartal pertama. Data ekonomi ini menurunkan kekhawatiran perlambatan ekonomi.

Data tenaga kerja Amerika Serikat (AS) pekan lalu juga mengangkat minat pasar sehingga menurunkan permintaan safe haven. "Hal lain yang menekan harga emas adalah imbal hasil US Treasury bertenor 10 tahun yang mulai naik," kata Schneider.

Negosiasi dagang antara AS dan China yang diramal segera menyentuh garis finish pun menyebabkan pasar melepas aset emas. Tapi, pasar komoditas masih menunggu data pertumbuhan ekonomi China dan Zona Euro yang akan memperkuat sinyal arah ekonomi global.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×