kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.819.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.580   27,00   0,15%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Sentimen Negatif Pada Dolar Bawa Penguatan Rupiah


Jumat, 30 Juli 2010 / 17:29 WIB


Reporter: Ruisa Khoiriyah | Editor: Uji Agung Santosa

JAKARTA. Bank Indonesia (BI) menilai penguatan rupiah hari ini yang sempat menembus angka dibawah Rp 9.000 bukanlah hal yang istimewa. Pasalnya, pelemahan dolar terjadi terhadap hampir semua mata uang karena adanya sentimen negatif yang disebabkan memburuknya data-data perekonomian disejumlah negara.

Pjs. Gubernur Bank Indonesia Darmin Nasution menuturkan, penguatan nilai tukar rupiah banyak disebabkan oleh data ekonomi Amerika Serikat yang buruk dan di luar ekspektasi pasar. "Sebaliknya di Asia (data-datanya) malah bagus termasuk di Indonesia, ini membuat dollar melemah dan pelemahan itu terjadi di semua aset dollar kecuali di Thailand," kata Darmin usai seremonial penandatanganan MoU dengan Kementerian Keuangan dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) di Jakarta, Jumat sore (30/7).

Dengan kata lain, penguatan rupiah hari ini lebih banyak karena sentimen, bukan karena fundamental. Namun, Darmin enggan menegaskan hal tersebut. "Soal itu nantilah," sahutnya.

BI sendiri diindikasikan masuk ke pasar untuk menahan laju penguatan rupiah agar tidak terlalu kencang. Mengutip kurs BI, Jumat (30/7), kurs jual rupiah tercatat Rp 8.997 per US$ 1 dan kurs beli nya sebesar Rp 8.907.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×