kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.011   48,00   0,27%
  • IDX 5.792   97,05   1,70%
  • KOMPAS100 753   17,38   2,36%
  • LQ45 571   13,81   2,48%
  • ISSI 200   1,97   0,99%
  • IDX30 323   7,68   2,43%
  • IDXHIDIV20 397   8,26   2,12%
  • IDX80 85   1,98   2,38%
  • IDXV30 108   1,58   1,49%
  • IDXQ30 104   2,04   2,00%

Sentimen eksternal dan defisit neraca dagang melemahkan rupiah


Kamis, 16 Agustus 2018 / 19:02 WIB
ILUSTRASI. Nilai tukar rupiah


Reporter: Michelle Clysia Sabandar | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kurs rupiah menutup perdagangan Kamis (16/8) dengan kembali melemah. Padahal dalam dua hari terakhir, nilai tukar rupiah sempat menguat lantaran tekanan dari eksternal sudah mulai mereda.

Di pasar spot, mengutip Bloomberg, kurs rupiah tercatat melemah 0,11% terhadap dollar Amerika Serikat (AS) ke level Rp 14.593 per dollar AS. Sebaliknya, nilai tukar rupiah di kurs tengah Bank Indonesia (BI) naik tipis 0,01% ke posisi Rp 14.619 per dollar AS.

Ekonom Bank Central Asia (BCA) David Sumual mengatakan, posisi rupiah sebagai mata uang negara emerging market membuat pergerakan rupiah tertetan. "Krisis di Turki membuat rupiah tertekan. Meski berbeda, rupiah posisinya masih sama seperti mata uang Turki yang juga merupakan emerging market," katanya.

David menambahkan, data neraca perdagangan Indonesia yang defisit juga membuat rupiah kembali melemah. Namun, biang penyebab pelemahan rupiah dominan dari eksternal. "Fundamental pelemahan rupiah  bukan karena dari negara sendiri tapi justru dari eksternal," imbuhnya.

David memperkirakan, kurs rupiah berpeluang menguat pada pekan depan. Ia memberikan rentang pergerakan rupiah di kisaran Rp 14.500-Rp 14.600 per dollar AS di pekan depan..

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×