kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.857.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.020   -18,00   -0,11%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

Sentimen China juga memukul Wall Street


Selasa, 06 Maret 2012 / 05:56 WIB
ILUSTRASI. Kurs dollar-rupiah di BRI hari ini Rabu 10 Maret, cek sebelum tukar valas. KONTAN/Cheppy A. Muchlis/18/09/2017


Reporter: Barratut Taqiyyah, Bloomberg | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

NEW YORK. Mayoritas saham yang ditransaksikan di bursa AS dilanda aksi jual. Pada pukul 16.00 waktu New York, indeks Standard & Poor's 500 turun 0,4% menjadi 1.364,33. Dengan demikian, dalam dua hari terakhir, penurunan indeks S&P sudah mencapai 0,7%. Sedangkan indeks Dow Jones Industrial Average turun 0,1% menjadi 12.962,81.

Sektor komoditas, teknologi, dan industri mencatatkan penurunan terbesar di antara sepuluh sektor lain yang ditransaksikan pada indeks S&P 500. Adapun penurunannya masing-masing sebesar 2,1%. Sejumlah saham yang pergerakannya turut mempengaruhi bursa AS antara lain: Apple Inc turun 2,2%, Bank of America Corp turun 1,2%, dan Citigroup Inc turun 1,2%.

Ada beberapa faktor yang menyebabkan Wall Street memerah tadi malam. Pertama adalah langkah China yang memangkas target pertumbuhan ekonominya. Kedua, pemesanan barang-barang manufaktur yang turun untuk kali pertama dalam tiga bulan terakhir.

"Pada kondisi seperti ini, merupakan hal yang bijaksana untuk meletakkan uang di atas meja. Kita harus kembali mencemaskan data fundamental ekonomi. Apalagi, China menargetkan pertumbuhan ekonomi akan turun menjadi 7,5%," ungkap David Joy, chief market strategist Ameriprise Financial Inc.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×