kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.860.000   -260.000   -8,33%
  • USD/IDR 16.805   19,00   0,11%
  • IDX 8.330   97,40   1,18%
  • KOMPAS100 1.165   25,83   2,27%
  • LQ45 834   20,52   2,52%
  • ISSI 298   2,18   0,74%
  • IDX30 430   8,24   1,96%
  • IDXHIDIV20 510   9,16   1,83%
  • IDX80 129   2,93   2,32%
  • IDXV30 139   2,61   1,92%
  • IDXQ30 139   3,06   2,26%

Sembilan sektor melemah, indeks terkoreksi 0,61%


Rabu, 19 Januari 2011 / 12:32 WIB
Sembilan sektor melemah, indeks terkoreksi 0,61%


Reporter: Dian Pitaloka Saraswati | Editor: Dupla Kartini

JAKARTA. Penguatan bursa di menit-menit awal perdagangan ternyata tidak berlangsung lama. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) malah melemah karena 9 sektor masuk ke zona merah. IHSG pada sesi pagi ditutup melemah 0,61% ke level 3.526,95..

Sebanyak 105 saham turun, dan hanya 63 saham yang berhasil menguat, sementara 77 saham diam ditempat.

Sektor yang melemah paling dalam adalah sektor industri dasar yang terkoreksi 1,43%, disusul sektor consumer good yang melorot 1,34%. Sektor perdagangan juga masih terkoreksi 1,12%. Sektor lainnya rata-rata melemah di bawah 0,1%. Tercatat hanya sektor aneka industri yang berhasil maju ke zona hijau dengan penguatan tipis 0,90%.

Pemimpin top losers masih Bhakti Capital Indonesia (BCAP) dengan koreksi 25% ke Rp 300, disusul oleh Suryamas Duta Makmur (SMDM) yang tergelincir 9,09% ke Rp 120. Sumber Alfaria (AMRT) turun 8,33% ke Rp 2.750. Saham MSCI yang terkoreksi adalah SMGR atau Semen Gresik dengan penurunan 2,82% ke Rp 8.600, dan saham Unilever (UNVR) yang melemah 2,80% ke Rp 15.650.

Penghuni top gainers adalah Pudjiadi& Sons Estate yang naik 21,50% ke Rp 2.300, disusul Bank Capital (BACA) Indonesia yang menguat 9,82% ke Rp 123. Anggota MSCI indeks yang melesat paling tajam adalah Bank Internasional Indonesia (BNII) dengan penguatan 4,62% ke Rp 680, disusul Bank Mandiri (BMRI) yang naik tipis 1,79% ke Rp 5.700. Saham ASII dan INCO juga berhasil menguat 1,06% dan 1,04%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×