kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.561.000   -13.000   -0,51%
  • USD/IDR 17.960   33,00   0,18%
  • IDX 5.864   -79,24   -1,33%
  • KOMPAS100 761   -9,05   -1,18%
  • LQ45 590   -4,50   -0,76%
  • ISSI 201   -3,89   -1,90%
  • IDX30 329   -2,36   -0,71%
  • IDXHIDIV20 423   -1,46   -0,34%
  • IDX80 87   -0,86   -0,97%
  • IDXV30 116   -0,59   -0,51%
  • IDXQ30 108   -0,38   -0,35%

Sell Off Saham AI Guncang Pasar Global, Dolar AS Melemah dan Harga Emas Naik


Kamis, 15 Oktober 2026 / 21:46 WIB
Sell Off Saham AI Guncang Pasar Global, Dolar AS Melemah dan Harga Emas Naik
ILUSTRASI. Wall Street - Bursa AS (REUTERS/Jeenah Moon)


Sumber: Reuters | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - LONDON. Aksi jual tajam saham teknologi mengguncang pasar saham global dan menekan dolar Amerika Serikat (AS) pada Kamis (15/10/2026). Investor mulai mengevaluasi kembali investasi yang padat pada pusat data dan sejumlah saham utama terkait kecerdasan buatan alias artificial intelligence (AI), di tengah suku bunga yang tinggi dan berpotensi terus meningkat.

Perdagangan di Eropa sempat memberikan sedikit kelegaan. Namun, kontrak berjangka Nasdaq yang mengindikasikan pelemahan lebih dari 1% dan penurunan tajam imbal hasil obligasi pemerintah menunjukkan gejolak pasar belum berakhir.

Sehari sebelumnya, indeks Nasdaq dan S&P 500 mencatat penurunan harian terbesar sejak Juli 2026. Pelemahan tersebut terjadi setelah data inflasi AS yang lebih tinggi dari perkiraan memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve (The Fed) akan kembali menaikkan suku bunga, beserta berbagai dampak yang dapat ditimbulkannya terhadap pasar.

Baca Juga: Wall Street Bervariasi, Nasdaq Turun 1,24% Dibayangi Kekhawatiran Suku Bunga

Sentimen investor kembali tertekan pada Kamis setelah Taiwan Semiconductor Manufacturing Co (TSMC), produsen cip berteknologi tinggi terbesar di dunia, menyampaikan peringatan mengenai ketidakpastian ekonomi makro meskipun membukukan laba rekor.

Perusahaan pengembang kecerdasan buatan Anthropic juga gagal mengangkat sentimen pasar, meskipun melaporkan lonjakan pendapatan kuartal III-2026 sebesar 45% dibandingkan kuartal sebelumnya.

CoreWeave, operator pusat data dengan tingkat utang tinggi yang berada di tengah gejolak saham AI, kembali merosot 6,3% dalam perdagangan prapasar setelah anjlok 15% pada Rabu (14/10/2026). Sementara itu, saham Oracle turun 2,1% setelah terkoreksi hampir 9% sehari sebelumnya.

Dolar AS turut melemah, menyimpang dari pola pergerakan sebelumnya. Kepala Strategi Makro Global State Street Michael Metcalfe mengatakan, dolar sebelumnya mendapat dukungan ketika The Fed mulai kembali menaikkan suku bunga. Namun, aksi jual besar-besaran di pasar saham berpotensi mengubah arah pergerakan mata uang tersebut.

“Posisi overweight terbesar di pasar saham berada di AS, dan data kami menunjukkan rasio lindung nilai investor asing atas posisi mereka di AS cukup rendah,” kata Metcalfe.

Ia menambahkan, rasio lindung nilai tersebut kini berada di bawah 15%, dibandingkan sekitar 25% pada April 2026.

Sell off di Asia

Pergerakan moderat bursa saham Eropa sebagian disebabkan oleh porsi sektor teknologi yang relatif lebih kecil dibandingkan kawasan lain. Penurunan imbal hasil obligasi pemerintah serta harga minyak dan gas juga membantu meredakan sebagian tekanan yang sebelumnya membebani kawasan tersebut.

Baca Juga: Harga Platinum dan Paladium Naik, Pasokan dan Otomotif Jadi Penentu

Sebaliknya, perdagangan di Asia pada sesi malam sebelumnya berlangsung jauh lebih buruk.

Indeks Kospi Korea Selatan, yang menjadi salah satu penerima manfaat utama dari euforia AI berkat sejumlah produsen cip terbesarnya, anjlok hampir 8%. Penurunan tersebut memperpanjang pelemahan menjadi tujuh sesi berturut-turut.

Sementara itu, indeks Nikkei 225 Jepang turun 5%, sekaligus mencatat penurunan selama enam sesi berturut-turut.

Saham TSMC melemah 2% meskipun perusahaan membukukan laba rekor. Saham Samsung Electronics merosot hampir 10%, sedangkan produsen cip memori SK Hynix dan Kioxia Holdings masing-masing anjlok lebih dari 11%.

Biaya untuk melindungi perusahaan teknologi besar yang terkait dengan AI dari risiko gagal bayar juga meningkat, bahkan mencapai rekor pada sejumlah perusahaan. Hal ini tercermin dari pelebaran credit default swap (CDS) Oracle, investor AI Jepang SoftBank, dan operator pusat data CoreWeave.

Kepala Strategi Investasi Saxo Bank di Singapura Charu Chanana menilai tekanan di pasar Asia lebih mencerminkan penyesuaian valuasi terhadap biaya modal dibandingkan memburuknya fundamental sektor teknologi secara mendadak.

“Penjualan besar-besaran di Asia tampaknya lebih mencerminkan penilaian ulang atas biaya modal daripada penurunan mendadak dalam fundamental teknologi,” ujar Chanana.

Di tengah gejolak pasar saham, harga emas naik 1% di London seiring meningkatnya minat investor terhadap aset yang dianggap aman.

Baca Juga: Volatilitas Harga Perak Lebih Tinggi dari Emas, Simak Strategi Investasinya

Namun, pergerakan yang paling menonjol justru terjadi pada imbal hasil obligasi pemerintah, mengingat kekhawatiran yang sebelumnya membebani pasar tersebut.

Imbal hasil obligasi pemerintah AS atau US Treasury tenor 10 tahun, yang bergerak berlawanan arah dengan harga obligasi, turun tajam mendekati level 5%. Penurunan harian tersebut menjadi yang terbesar dalam lebih dari satu tahun.

Data terbaru penjualan ritel AS menunjukkan kenaikan yang lebih tinggi dari perkiraan pada September, didorong oleh peningkatan harga bensin. Meski demikian, data tersebut juga mengindikasikan bahwa belanja konsumen di sektor lainnya masih tumbuh moderat.

Kontrak berjangka saham AS menunjukkan gejolak di Wall Street berpotensi berlanjut. Pasar saham utama AS telah mencatat penurunan selama tiga hari berturut-turut hingga Rabu, setelah inflasi harga konsumen AS meningkat lebih tinggi dari perkiraan pada September.

Pada Kamis, kontrak berjangka Nasdaq kembali melemah 1,25%.

Data inflasi AS yang dirilis pada Rabu kembali mengubah ekspektasi pasar terhadap arah kebijakan suku bunga The Fed. Pelaku pasar sempat memperhitungkan peluang kenaikan suku bunga pada Oktober yang hampir seimbang dengan peluang suku bunga tetap, sebelum kembali mengurangi taruhan tersebut.

Berdasarkan perangkat CME Group FedWatch, kontrak berjangka suku bunga federal fund kini mencerminkan probabilitas sekitar 75% bahwa bank sentral AS akan mempertahankan suku bunga pada akhir pertemuan kebijakan selama dua hari pada 28 Oktober 2026. Angka tersebut relatif tidak berubah dibandingkan awal pekan.

Di pasar valuta asing, dolar AS melemah dari level tertinggi dalam 18 bulan.

Baca Juga: Harga Emas Turun di Tengah Inflasi AS, Cermati Prospek dan Rekomendasi Analis

Terhadap yen Jepang, dolar turun 0,4% menjadi 157,725 yen. Euro menguat 0,6% menjadi US$ 1,12, sedangkan pound sterling naik 0,5% menjadi US$ 1,32.

Sementara itu, harga minyak mentah Brent turun hampir 2% menjadi US$ 104 per barel. Pelaku pasar mempertimbangkan dampak pelonggaran sanksi AS terhadap pasokan minyak, di tengah serangan terhadap pelayaran melalui Selat Hormuz.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Video Terkait



TERBARU
KONTAN10.10
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×