kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Selisih yield SUN dan US treasury menipis


Selasa, 26 September 2017 / 08:58 WIB
Selisih yield SUN dan US treasury menipis


Reporter: Wahyu Tri Rahmawati | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - Meski pasar saham memerah, pasar obligasi masih menunjukkan penguatan. Kenaikan harga obligasi negara terjadi seiring penguatan rupiah dan minimnya sentimen terkait makroekonomi Indonesia.

Dalam riset harian, Binaartha Parama Sekuritas menyebut, pasar obligasi dalam negeri turut terbantu turunnya imbal hasil obligasi AS meski ada risiko kenaikan tensi politik Korea Utara.

Kemarin, rata-rata harga obligasi pemerintah yang tercermin pada INDOBeX Government Clean Price naik 0,63 basis poin ke level 119,81. Sedangkan rata-rata harga obligais korporasi yang tercermin pada INDOBeX Corporate Clean Price naik 0,20 bps ke 109,98.

Sementara itu, imbal hasil surat utang negara (SUN) bertenor 10 tahun turun dari 6,43% ke level 6,26%. Yield US treasury bertenor 10 tahun turun dari 2,26% ke 2,22%. "Sehingga spread keduanya di level 403,5 bps, di bawah sebelumnya 417,4 bps," ungkap Binaartha, Selasa (26/9).

Binaartha menyebut, lelang sukuk negara hari ini dapat menambah sentimen positif bagi pasar obligasi. Sekadar info, pemerintah akan melelang lima seri sukuk negara. Pemerintah menargetkan perolehan dana dari lelang ini setidaknya Rp 5 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×