Reporter: Barratut Taqiyyah | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie
JAKARTA. Tidak seperti bursa global dan regional yang tersenyum sumringah, hari ini, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) malah terpuruk di zona merah. Pada pukul 11.01, indeks mengalami penurunan 0,52% menjadi 3.119,03.
Penurunan indeks tidak mengherankan. Pasalnya, pagi ini, tujuh dari 10 saham-saham blue chips mengalami penurunan. Penurunan terbesar dialami PT Perusahaan Gas Negara (PGAS) dengan penurunan 2,48% menjadi Rp 4.025. Baru kemudian disusul oleh PT Bank Central Asia (BBCA) yang turun 1,65% menjadi Rp 6.050 dan PT Telekomunikasi Indonesia (TLKM) yang turun 1,11% menjadi Rp 9.000.
Sementara itu, tiga saham blue chips yang mengalami kenaikan antara lain PT Indocement Tunggal Prakarsa (INTP) naik 1,64% menjadi Rp 18.300, PT Gudang Garam tbk (GGRM) naik 0,74% menjadi Rp 40.700, dan PT Astra Internasional Indonesia (ASII) naik 0,91% menjadi Rp 49.400.
Menurut Nico Omer Jockenhere, analis Valbury Asia Futures, penurunan saham-saham blue chips merupakan hal yang wajar. "Penurunannya memiliki korelasi dengan kondisi pasar hari ini," jelasnya. Nico melihat, ada beberapa faktor yang menyebabkan penurunan indeks hari ini.
Pertama, kenaikan IHSG sudah relatif tinggi beberapa waktu terakhir. Kedua, pelaku pasar melihat ada ketidakpastian di market sampai pertemuan Bank Indonesia (BI) nanti. Ketiga, menjelang lebaran dan libur panjang, banyak pelaku pasar yang ambil untung (profit taking).
"Faktor-faktor tadi juga turut berimbas ke sejumlah saham-saham andalan," jelasnya. Selain itu, ada juga faktor lain yang menyebabkan penurunan saham blue chips. Yakni, pasar komoditas yang kurang baik serta banyak perusahaan yang di-down grade.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Intensive Workshop] Excel for Business Reporting](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_28012616011400.jpg)