kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.525   25,00   0,14%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Sawit Sumbermas (SSMS) Tancap Gas pada 2026, Efisiensi dan Ekspansi Jadi Andalan


Senin, 04 Mei 2026 / 09:34 WIB
Sawit Sumbermas (SSMS) Tancap Gas pada 2026, Efisiensi dan Ekspansi Jadi Andalan
ILUSTRASI. PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS) menyiapkan strategi operasional dan ekspansi untuk menjaga pertumbuhan hingga akhir 2026. (Dok/SSMS)


Reporter: Yuliana Hema | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS) menyiapkan strategi operasional dan ekspansi untuk menjaga pertumbuhan hingga akhir 2026. Kinerja kuartal I-2026 menjadi pijakan penguatan eksekusi bisnis.

Melansir kinerja per Maret 2026, SSMS membukukan pendapatan sebesar Rp 3,52 triliun. Dari sisi bottom line, laba periode berjalan SSMS mencapai Rp 357,81 miliar atau tumbuh 1,54% secara tahunan. 

Segmen minyak dan lemak nabati berkontribusi Rp 3,38 triliun. Segmen perkebunan menyumbang Rp 141,69 miliar dan produk sampingan seperti cangkang, fiber, dan bungkil menyumbang Rp 14,10 miliar. 

Baca Juga: Rupiah Tertekan dan Yield SRBI Naik pada Awal Mei, Dibayangi Sentimen Global

Direktur Utama Sawit Sumbermas Sarana Jap Hartono mengatakan, SSMS fokus pada peningkatan produktivitas dan efisiensi operasional. Strategi diarahkan pada optimalisasi kebun serta peningkatan kinerja pabrik.

Manajemen SSMS menilai fundamental industri sawit nasional tetap solid seiring kebijakan biodiesel. Apalagi, adanya implementasi B40 menopang permintaan domestik dan menjaga stabilitas pasar.

“Kinerja 2026 tetap positif ditopang permintaan domestik dan global. Strategi difokuskan pada produktivitas kebun, peningkatan oil extraction rate (OER) serta ekspansi anorganik,” jelasnya dalam keterangan resmi, Senin (4/5/2026). 

Jap mengatakan peningkatan OER menjadi fokus untuk mendukung margin. Menurutnya, dengan peningkatan OER maka tercipta efisiensi biaya yang akan berdampak langsung terhadap profitabilitas.

Baca Juga: IHSG Melonjak 1,2% ke 7.041,2 di Pagi Ini (4/5), Top Gainers LQ45: BRPT, INKP, CPIN

Tak hanya itu, SSMS juga akan melanjutkan ekspansi anorganik pasca akuisisi PT Sawit Mandiri Lestari (SML) pada 2025. Jap bilang langkah ini memperkuat kapasitas produksi dan skala usaha.

“Ekspansi dilakukan secara selektif untuk menjaga pertumbuhan namun disiplin keuangan tetap menjadi prioritas kami,” katanya. 

SSMS juga memperkuat integrasi bisnis melalui PT Citra Borneo Utama Tbk (CBUT). Strategi ini meningkatkan efisiensi rantai pasok dan mendorong hilirisasi. Menurut Jap, integrasi bisnis meningkatkan nilai tambah produk. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Video Terkait



TERBARU

[X]
×