kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.689.000   -24.000   -0,88%
  • USD/IDR 18.012   53,00   0,30%
  • IDX 5.886   -16,34   -0,28%
  • KOMPAS100 775   -7,40   -0,95%
  • LQ45 587   -2,64   -0,45%
  • ISSI 201   -0,63   -0,31%
  • IDX30 334   -0,77   -0,23%
  • IDXHIDIV20 414   0,55   0,13%
  • IDX80 88   -0,64   -0,72%
  • IDXV30 110   -0,60   -0,54%
  • IDXQ30 108   0,47   0,44%

Sanksi atas Iran diprediksi akan mendongkrak harga emas hitam pekan depan


Jumat, 23 Desember 2011 / 13:15 WIB
ILUSTRASI. Ilustrasi. Daun salam bermanfaat sebagai obat herbal untuk sakit gigi.


Reporter: Barratut Taqiyyah, Bloomberg | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

NEW YORK. Hasil survei Bloomberg menunjukkan, pada pekan depan, harga minyak akan mencatatkan kenaikan. Pelaku pasar rupanya cemas, adanya sanksi yang diberikan terahdap Iran akan memangkas suplai minyak dari negara itu. Padahal, Iran merupakan salah satu negara eksportir minyak kedua terbesar dunia.

Sekitar 12 dari 32 atau 38% analis yang disurvei Bloomberg meramal, harga minyak akan menunjukkan tren naik hingga 30 Desember mendatang. Sedangkan, 10 responden atau 31% memprediksi penurunan harga minyak. Sedangkan 10 analis lain memperkirakan harga minyak hanya akan mengalami sedikit perubahan harga.

Pada pekan lalu, 53% analis yang disurvei juga memprediksi kenaikan harga minyak. Jika dihitung, sepanjang kuartal ini, harga minyak dunia sudah naik 25%. Ini merupakan kenaikan terbesar sejak kuartal II 2009 lalu.

"Pasar minyak akan terdongkrak seiring ketegangan geopolitik di Iran. Harga minyak kemungkinan akan bergerak di kisaran US$ 100 dan US$ 103 per barel pada pekan depan," jelas Rich Ilczyszyn, chief market strategist adn founder litrader.com di Chicago.

Sekadar informasi, Uni Eropa dan AS saat ini tengah mencari dukungan dari Timur Tengah dan Asia dalam memberikan sanksi kepada Iran. Sebelumnya, pada 20 Desember lalu, Uni Eropa, AS, dan aliansi Asia Pasifik menggelar pertemuan di Roma. Mereka mendiskusikan langkah untuk menghentikan program senjata nuklir yang diduga dimiliki Iran.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×