kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.946.000   102.000   3,59%
  • USD/IDR 16.790   11,00   0,07%
  • IDX 8.125   2,67   0,03%
  • KOMPAS100 1.144   6,73   0,59%
  • LQ45 831   7,32   0,89%
  • ISSI 287   -2,06   -0,71%
  • IDX30 432   2,46   0,57%
  • IDXHIDIV20 519   4,44   0,86%
  • IDX80 128   0,97   0,77%
  • IDXV30 141   0,32   0,23%
  • IDXQ30 140   0,64   0,46%

Sampai Oktober 2018, Samindo (MYOH) produksi 7,8 juta ton batubara


Selasa, 27 November 2018 / 18:46 WIB
Sampai Oktober 2018, Samindo (MYOH) produksi 7,8 juta ton batubara
ILUSTRASI. PT Samindo Resources


Reporter: Ika Puspitasari | Editor: Sanny Cicilia

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Periode Januari hingga Oktober 2018 perusahaan kontraktor penambangan batubara PT Samindo Resources Tbk mencatatkan realisasi volume pengupasan lapisan tanah penutup sebanyak 45,5 juta bank cubic meter (BCM).

Hubungan Investor Samindo Resources, Ahmad Zaki mengatakan target pengupasan lapisan tanah penutup atau overburden removal sebanyak 54,5 juta BCM dan 10,7 juta ton untuk produksi batubara.

“Sementara untuk realisasi produksi batubara sampai Oktober 2018 sebesar 7,8 juta ton,” katanya pada Kontan.co.id, Selasa (27/11).

Menjalang akhir 2018, Zaki masih optimis perusahaan mampu mencapai target produksi. Terlebih, beberapa waktu lalu emiten berkode saham MYOH ini juga menambah 10 unit dump truck dan satu eskavator, pembelian alat berat ini menggunakan capex pada tahun ini sebesar US$ 13,8 juta.

Sampai saat ini, klien yang berkontribusi banyak terhadap kinerja keuangan dari anak usaha PT Indika Energy Tbk (INDY) yaitu PT Kideco Jaya Agung sebesar 98%, sementara kata Zaki sisanya diperoleh dari Grup Bayan. MYOH juga meraup untung dari adanya peningkatan tarif sebesar 5%.

Zaki bilang, untuk ulitilisasi alat berat perusahaan hampir 100%. Rencananya tahun depan MYOH juga akan menambah alat berat untuk meningkatkan kinerja operasional. “Rencananya ada penambahan alat berat untuk tahun depan, bukan hanya untuk coal getting tapi juga ada penambahan alat untuk coal hauling,” tuturnya.

Sayangnya ia belum dapat merinci lebih detail terkait rencana pembelian alat berat ini, pun untuk belanja modal yang disiapkan guna membeli alat berat tersebut. Dalam pembelian alat berat, lanjut Zaki biasanya perusahaan membeli melalui perusahaan dalam negeri salah satunya Komatsu Indonesia.

Selain menambah alat berat, MYOH juga masih agresif dalam membidik klien baru. Ia mengaku saat ini perusahaan sudah melakukan pembahasan dengan klien potensial. Perusahaan juga masih terus mengupayakan untuk mencari tambang batubara untuk diakuisisi, selain itu MYOH akan melanjutkan lagi proyek kelistrikan. Sebagai informasi, dua tahun yang lalu perusahaan sempat mengikuti tender proyek pembangkit listrik.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×