kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45979,15   -10,44   -1.05%
  • EMAS999.000 0,10%
  • RD.SAHAM -0.07%
  • RD.CAMPURAN 0.04%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.07%

Sampai Akhir Tahun, Black Diamond (COAL) Targetkan Produksi 900 Ribu Ton Batubara


Sabtu, 10 September 2022 / 14:00 WIB
Sampai Akhir Tahun, Black Diamond (COAL) Targetkan Produksi 900 Ribu Ton Batubara


Reporter: Akhmad Suryahadi | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pasca melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI), PT Black Diamond Resources Tbk terus memacu produksinya. Emiten dengan kode saham COAL ini menargetkan volume produksi antara 800.000 ton sampai dengan 900.000 ton batubara tahun ini. Pun dengan target penjualan yang diharapkan sama dengan target produksi

“Target ini lebih tinggi kira-kira tiga kali lipat. Produksi tahun lalu sekitar 260.000 ton,” terang Donny Janson Manua, Direktur Utama COAL di Jakarta, Rabu (7/9).

Donny mengatakan, alasan di balik naiknya target produksi tahun ini karena unit-unit dan alat tambang sudah lebih siap. Alat-alat ini sudah didatangkan untuk mendukung pertambahan produksi.

Sementara itu, realisasi produksi COAL per semester pertama 2022 sebesar 200.000 ton. Meski belum tercapai setengahnya, manajemen optimistis target produksi bisa tercapai.

Baca Juga: Autopedia Sukses Lestari (ASLC) Optimistis Bisa Cetak Laba di Tahun Ini

“Biasanya  pertambangan dipengaruhi  oleh cuaca. Semester pertama banyak mengalami hujan, sementara semester kedua cuaca lebih kering, jadi kami bisa kejar dan  optimis,” terang Direktur COAL Edward Manurung.

Saat ini COAL memiliki kegiatan usaha pertambangan batubara melalui entitas anak yang berproduksi di Kalimantan Tengah dengan luas wilayah izin usaha pertambangan (IUP) sebesar 4.883 ha. Batubara yang dihasilkan oleh Black Diamond adalah batubara dengan kualitas tinggi  dengan kalori GAR 5.500, yang memiliki pangsa pasar untuk ekspor dan domestik.

COAL resmi mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan Rabu (7/9). Pada perdagangan perdana, saham COAL melesat 35% ke level Rp 135.

COAL melepas saham ke publik melalui skema penawaran umum perdana alias initial public offering (IPO) sebanyak 1,25 miliar saham atas nama.  Jumlah ini setara dengan 20% dari modal yang telah ditempatkan dan disetor penuh setelah Penawaran Umum. Harga saham perdana yang ditawarkan adalah sebesar Rp 100 per saham. Dus, COAL memperoleh dana hasil Penawaran Umum sebesar Rp 125 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU

[X]
×