kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |

Salim Ivomas Pratama (SIMP) mencatat rugi Rp 76 miliar tahun lalu


Kamis, 28 Februari 2019 / 18:07 WIB

Salim Ivomas Pratama (SIMP) mencatat rugi Rp 76 miliar tahun lalu

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP) membukukan penurunan kinerja pada 2018. Tercatat penjualan SIMP tahun lalu sebesar Rp 14,19 triliun atau turun 10,38% secara year on year (yoy).

Penurunan penjualan SIMP disebabkan oleh oleh penjualan kepada pihak ketiga yang turun 16,5% yoy menjadi Rp 9,03 triliun pada akhir 2018. Lalu dari penjualan kepada pihak berelasi naik tipis 3,2% yoy menjadi Rp 5,15 triliun di akhir 2018.


Dari segi segmen, penjualan kepada PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) turun 6,1% yoy menjadi Rp 1,67 triliun di akhir 2018. Sementara penjualan kepada PT Indomarco Adi Prima tercatat sebesar Rp 1,54 triliun atau naik tipis 0,6% yoy. Dua kontribusi penjualan ini berasal dari segmen minyak dan lemak nabati.

Beban pokok penjualan SIMP sebenarnya turun. Tapi penurunan beban yang hanya 6,3% yoy menjadi Rp 11,73 triliun lebih kecil daripada penurunan pendapatan. Alhasil SIMP mencatat rugi bersih sebesar Rp 76,57 miliar dari tahun lalu yang masih untung Rp 486,07 miliar.

Dari sisi kinerja operasional, SIMP membukukan peningkatan produksi tandan buah segar (TBS) inti sebesar 9% year on year (yoy) menjadi 3,38 juta ton. Seiring dengan kenaikan produksi TBS, total produksi CPO meningkat Salim Ivomas Pratama (SIMP) hingga 9% yoy menjadi 921.000 ton.

"Meskipun mencatatkan peningkatan produksi tersebut serta kinerja yang kuat dari divisi minyak dan lemak nabati, kinerja perseroan pada 2018 mengalami penurunan terutama dipengaruhi oleh harga CPO yang sangat rendah dan turunnya harga karet," ungkap Mark Wakeford, Direktur Utama Grup SIMP dalam keterbukaan informasi, Kamis (28/2).

Mark menambahkan, harga CPO milik SIMP pada semester II 2018 berada pada posisi terendah dalam kurun beberapa tahun terakhir dan pada 2018 harga CPO turun 15% dibandingkan dengan 2017.

Seiring dengan kenaikan produksi TBS, SIMP juga meningkatkan total kapasitas pengolahan kelapa sawit dengan membangun satu pabrik kelapa sawit baru berkapasitas 45 ton TBS per jam yang diperkirakan selesai pada 2019.

SIMP juga melakukan ekspansi pada pabrik penyulingan CPO di Surabaya, dengan membangun pabrik berkapasitas sebesar 300.000 ton per tahun telah selesai dan kini sudah beroperasi.


Reporter: Krisantus de Rosari Binsasi
Editor: Wahyu Rahmawati
Video Pilihan


Close [X]
×