kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.632.000   22.000   0,84%
  • USD/IDR 17.880   -62,00   -0,35%
  • IDX 6.340   108,24   1,74%
  • KOMPAS100 839   16,49   2,00%
  • LQ45 637   8,89   1,42%
  • ISSI 218   3,63   1,69%
  • IDX30 358   3,90   1,10%
  • IDXHIDIV20 444   3,51   0,80%
  • IDX80 96   1,59   1,69%
  • IDXV30 119   0,82   0,69%
  • IDXQ30 115   1,03   0,91%

Saham TGRA oversubscribed 120x


Selasa, 16 Mei 2017 / 11:07 WIB


Reporter: Dede Suprayitno | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Perusahaan pembangkit listrik, PT Terregra Asia Energy Tbk mengalami kelebihan permintaan atau oversubscribed 120x dari seluruh saham yang ditawarkan dalam pooling. Sebelumnya, perusahaan dengan kode emiten TGRA ini resmi diperdagangkan pada Selasa (16/5).

Wientoro Prasetyo, Direktur Utama PT Lautandhana Securindo menyatakan saham TGRA cukup diminati oleh masyarakat sehingga mengalami oversubscribed. Atensinya muncul baik dari investor institusi maupun pribadi. Salah satu investor jangka panjang yakni Properti Aset Management.

"Kami menggandeng pula PT Mega Capital Sekuritas pada offering period beberapa waktu lalu," ujar Wientoro Prasetyo di Bursa Efek Indonesia, Selasa (16/5).

Perdagangan saham TGRA dibuka pada level Rp 200. Pasar merespon positif kehadiran emiten baru ini. Harga saham emiten ini pun naik 70% dan mencapai level Rp 340. Hingga diperdagangkan pada pukul 10.45 WIB, saham TGRA masih berada di level Rp 340.

Terregra Asia juga menjadi perusahaan ke-8 yang melantai di BEI tahun ini serta menjadi perusahaan ke-543 yang terdaftar di BEI. Sebelumnya, TGRA telah menggelar masa penawaran umum (offering period) selama lima hari sejak 3 Mei - 9 Mei 2017.

Keseluruhan saham yang akan diperdagangkan berjumlah 550 juta saham dengan harga IPO Rp 200 per lembar saham. Dengan harga tersebut, TGRA meraup dana sebesar Rp 110 miliar. Emiten ini menunjuk PT Lautandhana Securindo dan PT Mega Capital Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi.

Lasman Citra, Wakil Direktur Utama TGRA menyatakan dalam memenuhi pertumbuhan permintaan listrik nasional, pemerintah tidak hanya mengandalkan Perusahaan Listrik Negara (PLN) saja. Namun, salah satu upaya yang dilakukan pemerintah yakni dengan menggandeng sektor swasta sebagai produsen tenaga listrik Indonesia.

"Setelah pencatatan saham, perusahaan optimistis dapat berperan dalam penyediaan energi listrik di Indonesia, terutama energi baru terbarukan," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Berita Terkait



TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×