kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ451.006,37   -5,10   -0.50%
  • EMAS945.000 0,21%
  • RD.SAHAM -1.07%
  • RD.CAMPURAN -0.35%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.08%

Saham-Saham Ini Masuk ke Sejumlah Indeks, Intip Rekomendasinya


Senin, 08 Agustus 2022 / 20:46 WIB
Saham-Saham Ini Masuk ke Sejumlah Indeks, Intip Rekomendasinya
ILUSTRASI. Sejumlah saham masuk ke beberapa indeks sekaligus. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/pras.


Reporter: Yuliana Hema | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Dari hasil evaluasi mayor sejumlah indeks di Bursa Efek Indonesia (BEI), ada saham yang berhasil masuk ke beberapa indeks. Misalnya PT Indika Energy Tbk (INDY) yang masuk kelima indeks sekaligus. 

Saham INDY masuk dalam LQ45 dan IDX80 untuk periode Agustus 2022-Januari 2022. Lalu, INDY juga masuk menjadi bagian IDX Value 30 IDX Growth 30 dan IDX SMC Liquid periode 3 Agustus 2022 sampai 2 Februari 2023. 

Vice President Infovesta Utama Wawan Hendrayana menjelaskan secara operasional INDY masih berfokus pada batubara yang mana tahun ini, pertambangan batubara menjadi primadona seiringan krisis di Eropa. 

Baca Juga: Indeks LQ45 Catatkan Kinerja Moncer, Ini Rekomendasi Saham-saham Jagoan Analis

Karena itu, Wawan menilai raport keuangan INDY tahun ini akan jauh lebih baik dibandingkan tahun sebelum. Menurutnya sampai dengan tahun depan, prospek INDY masih tergolong sangat baik. 

"Jadi wajar saja kalau saham INDY banyak yang tertarik dan ditransaksikan, sehingga INDY bisa masuk kelima indeks itu," kata Wawan kepada Kontan.co.id, Senin (8/8). 

Untuk gambaran, laba bersih Indika Energy melejit 1.572% secara tahunan menjadi US$ 200,65 juta di enam bulan pertama 2022. Alhasil, laba per saham dasar INDY juga terkerek menjadi US$ 0,0385. 

Tak mau kalah dari INDY, saham ARTO, BRIS, SMDR dan ENRG juga masuk ke dalam empat indeks sekaligus. Menurut Wawan, saham bank masih akan diuntungkan seiringan dengan pertumbuhan ekonomi. 

"Kalau ARTO valuasinya mahal tapi biasanya investor mengincar prospek pertumbuhan. Sementara, BRIS valuasinya jauh lebih murah tapi dari sisi pertumbuhan tidak setinggi bank konvensional, tinggal bagaimana BRIS mengatasinya," ucap dia. 

Baca Juga: IHSG Naik 0,03% ke 7.086 Pada Perdagangan Senin (8/8), Sektor Teknologi Tergelincir

Sementara ENRG dan SMDR masih akan mendapat angin segar dari kenaikan harga energi yang masih tinggi. Ditambah dibukanya aktivitas ekonomi sehingga mendorong kinerja emiten pelayaran seperti SMDR

Meski beberapa indeks mengalami pergantian penghuni, Wawan menilai indeks LQ45 tetap bisa menjadi acuan karena punya 45 saham yang likuid dan hampir berisikan saham penggerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). 

"ARTO ini jadi salah satu yang pergerakannya cukup likuid. Ini pasti akan mempengaruhi pergerakan indeks LQ45. Untuk saat ini tetap LQ45 menjadi acuan," tandasnya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU
Kontan Academy
Digital Marketing in New Normal Era The Science of Sales Management

[X]
×