kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.651.000   11.000   0,42%
  • USD/IDR 17.981   -32,00   -0,18%
  • IDX 5.876   131,22   2,28%
  • KOMPAS100 765   20,79   2,79%
  • LQ45 582   16,29   2,88%
  • ISSI 204   4,37   2,19%
  • IDX30 329   8,59   2,68%
  • IDXHIDIV20 406   11,61   2,94%
  • IDX80 87   2,30   2,72%
  • IDXV30 110   2,89   2,69%
  • IDXQ30 106   3,06   2,97%

Saham-Saham Emiten Komoditas Terbang Tinggi, Mana yang Masih Undervalued?


Senin, 21 Februari 2022 / 16:11 WIB
ILUSTRASI. Alat berat beroperasi pada tambang batubara milik PT Bukit Asam Tbk di Tanjung Enim, Muara Enim, Sumatera Selatan, Selasa (16/11/2021). 


Reporter: Akhmad Suryahadi | Editor: Tendi Mahadi

Pertama, potensi meningkatnya kembali stok CPO Malaysia seiring dengan masuknya 10.000 pekerja perkebunan dari Indonesia. Kedua, potensi peningkatan permintaan soybean oil seiring dengan spread antara kedua minyak yang semakin kecil.

Namun patut dicermati terdapat sejumlah faktor yang bisa menjadi pendorong harga CPO, seperti peningkatan penggunaan biodiesel domestik, dan gangguan cuaca maupun harga pupuk yang tinggi.

Pilihan utama atau top-picks di sektor perkebunan adalah AALI dengan rekomendasi beli dan target harga di Rp 11.500.

Timothy juga menyematkan sikap netral terhadap sektor batubara seiring dengan ekspektasi terjadinya normalisasi harga tahun ini. Panin Sekuritas menyematkan rating buy untuk PTBA dengan target harga Rp 3.500.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×