kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Saham Renuka Coalindo (SQMI) melejit 10,57% setelah suspensi dibuka


Jumat, 25 Oktober 2019 / 13:39 WIB
Saham Renuka Coalindo (SQMI) melejit 10,57% setelah suspensi dibuka
ILUSTRASI. Sejumlah karyawan mengamati layar pergerakan saham di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (18/10/2019).

Reporter: Akhmad Suryahadi | Editor: Wahyu Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bursa Efek Indonesia membuka suspensi perdagangan saham PT Renuka Coalindo Tbk (SQMI) mulai perdagangan I, Jumat (25/10). BEI menyetop perdagangan saham SQMI sejak 30 September 2019 lalu.

“Bursa memutuskan untuk mencabut penghentian sementara perdagangan efek Perseroan di Seluruh Pasar, mulai sesi I perdagangan hari Jumat, 25 Oktober 2019,” tulis Teuku Fahmi Ariandar, PH Kepala Divisi Penilaian Perusahaan 3 dan Mulyana, PH Kadiv Pengaturan dan Operasional Perdagangan BEI dalam pengumuman hari ini.

Setelah suspend dibuka, harga saham SQMI terus menguat hingga Rp 246 per saham, naik 10,57% ketimbang harga sebelum suspensi lalu. Harga saham SQMI tadi pagi sempat naik hingga 20,32% ke Rp 296 per saham sebelum mempersempit penurunan.

Baca Juga: Pabrik Emas Renuka Coalindo (SQMI) Beroperasi Awal 2020

BEI menyetop perdagangan saham SQMI karena emiten ini tidak membukukan pendapatan usaha sepanjang semester I 2019. BEI pun meminta penjelasan atas sejumlah akun dalam laporan keuangan Renuka Coalindo kuartal kedua yang berakhir 30 September 2019.

Dalam penjelasan kepada bursa pada tanggal 23 Oktober, Renuka Coalindo mengungkapkan bahwa pihaknya telah merevisi laporan keuangan yang berakhir pada 30 September 2019. Direktur Renuka Coalindo Andrianto D. Lawrence mengungkapkan bahwa Renuka telah melakukan penyajian kembali (reissue) laporan keuangan kuartal kedua yang berakhir 30 September 2019 dan laporan keuangan yang berakhir 4 Oktober 2019.

Baca Juga: Renuka Coalindo (SQMI) menanti rampungnya fasilitas baru pengolahan emas

Dalam penyajian kembali laporan keuangan Renuka Coalindo, terjadi perubahan pada akun persediaan, utang usaha pihak ketiga, serta defisit akibat reklasifikasi beban pokok penjualan dan beban operasi lapangan.

Berdasarkan laporan keuangan semester pertama SQMI yang berakhir 30 September 2019, emiten ini tidak mencatat pendapatan dan memiliki rugi bersih Rp 10,02 miliar. Pada periode yang sama tahun lalu, Renuka mencatat pendapatan Rp 4,33 miliar dengan rugi bersih Rp 34,69 miliar.

 



Video Pilihan

TERBARU

×