kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45934,85   7,21   0.78%
  • EMAS1.320.000 -0,38%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Saham Metro Healthcare (CARE) melesat 199% sejak awal tahun, ini penyebabnya


Minggu, 17 Mei 2020 / 15:38 WIB
Saham Metro Healthcare (CARE) melesat 199% sejak awal tahun, ini penyebabnya
ILUSTRASI. Rumah Sakit Metro Hospitals Cikupa yang dimiliki PT Metro Healthcare Indonesia Tbk (CARE) di Tangerang. Saham CARE tumbuh 199% dan menjadi saham top leader secara ytd


Reporter: Akhmad Suryahadi | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sejak awal tahun atau secara year-to-date, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 28,04%. Namun, ada saham masih menguat sejak awal tahun, salah satunya adalah saham PT Saham Metro Healthcare Indonesia Tbk (CARE).

Saham CARE tumbuh 199% dan menjadi saham top leader secara ytd. Pada perdagangan Jumat (15/5), saham CARE ditutup bergeming di level Rp 308 per saham.

Secara fundamental, kinerja Metro Healthcare juga tidak begitu bagus. Melansir laporan keuangan CARE di laman Bursa Efek Indonesia (BEI), saham yang bergerak di sektor kesehatan ini masih membukukan rugi pada tahun 2019.

Baca Juga: Corona Menyebar, Pasien Rawat Jalan di Rumahsakit (RS) CARE Enggan Datang Berobat

CARE mencatatkan rugi tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilikan entitas induk mencapai Rp 24,44 miliar. Jumlah tersebut memang menyusut dari kerugian tahun sebelumnya yang mencapai Rp 27,49 miliar.

Lantas, apa yang menyebabkan saham CARE melejit hingga nyaris 200%?

Analis Panin Sekuritas William Hartanto menilai, naiknya saham CARE yang nyaris menyentuh level 200% sejak awal tahun disebabkan oleh faktor sentimen sektoral. Sebab, di masa pandemi seperti ini, emiten yang bergerak di sektor farmasi dan rumahsakit cukup menarik perhatian investor.

“Faktonya karena CARE merupakan emiten farmasi sepertinya. Jadi di masa pandemi ini memang kita lihat emiten farmasi dan rumahsakit lebih diminati sehingga saham CARE ikut naik,” terang William kepada Kontan.co.id, Jumat (15/5).

Baca Juga: Pandemi Covid-19 memperberat kinerja Metro Healthcare Indonesia (CARE)

William juga tidak menampik, naiknya saham CARE secara signifikan tidak terlepas dari indikasi campur tangan bandar. Menurut dia, indikasi ini terlihat dari volume perdagangan yang melonjak sejak 21 April 2020.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Trik & Tips yang Aman Menggunakan Pihak Ketiga (Agency, Debt Collector & Advokat) dalam Penagihan Kredit / Piutang Macet Managing Customer Expectations and Dealing with Complaints

[X]
×