kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.788.000   -12.000   -0,43%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

Saham komoditas menggerus tenaga bursa Asia


Selasa, 10 Mei 2016 / 09:01 WIB


Sumber: Bloomberg | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

TOKYO. Bursa Asia kembali dibuka di zona merah pada transaksi perdagangan hari ini (10/5). Berdasarkan data Bloomberg, pada pukul 09.20 waktu Tokyo, indeks MSCI Asia Pacific turun 0,2%.

Sektor komoditas mencatatkan penurunan terdalam seiring anjloknya harga minyak dunia. Asal tahu saja, pagi ini, harga minyak WTI tertekan ke bawah US$ 44 per barel.

Indeks S&P/ASX 200 Australia mengalami penurunan 0,4% di Sydney. Tertekannya bursa saham Negeri Kanguru ini menyusul penurunan industri logam dan setelah harga bijih besi merosot 5,7% di pelabuhan Qingdao, China kemarin. Ini merupakan level terendah dalam sebulan terakhir.

Penurunan juga terlihat pada indeks Kospi Korea Selatan sebesar 0,1% da indeks S&P/NZX 50 Selandia Baru tak banyak mencatatkan perubahan.

Sebaliknya, indeks Topix Jepang berhasil melaju 0,3%. Hari ini, ada 212 perusahaan yang dijadwalkan merilis kinerjanya, termasuk Mitsui & Co dan IHI Corp. Sentimen positif bursa Jepang datang dari pelemahan yen sebesar 1,1% kemarin.

"Dua isu makro yang mendominasi market dalam jangka pendek, antara lain: berlanjutnya penguatan dollar AS dan penurunan harga minyak dunia," jelas Angus Nicholson, markets analyst IG Ltd di Melbourne.

Dia menambahkan, harga komoditas akan mengalami masa sulit dengan menguatnya posisi dollar. Namun, berita bahwa China akan menarik stimulusnya yang agresif di kuartal I juga akan menekan market.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×