kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45947,02   0,16   0.02%
  • EMAS938.000 -1,26%
  • RD.SAHAM 0.64%
  • RD.CAMPURAN 0.16%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Saham Bukalapak (BUKA) semakin babak belur, apa penyebabnya?


Senin, 06 Desember 2021 / 17:28 WIB
Saham Bukalapak (BUKA) semakin babak belur, apa penyebabnya?
ILUSTRASI. Senin (6/12), saham Bukalapak (BUKA) longsor 6,94% ke level 456 per saham dan terkena auto rejection bawah (ARB).

Reporter: Akhmad Suryahadi | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Saham PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) semakin tak berdaya. Harga saham BUKA semakin menjauh dari harga saat initial public offering (IPO) di level Rp 850 per saham. Pada perdagangan Senin (6/12), saham e-commerce yang melantai pertama di Bursa Efek Indonesia (BEI) ini longsor 6,94% ke level 456 per saham dan terkena auto rejection bawah (ARB). Ini artinya, saham BUKA sudah melorot 46,35% dari harga IPO

Jika ditarik secara historis, saham BUKA bahkan sudah terkoreksi sejak perdagangan 22 November 2021 secara berturut-turut alias tanpa terputus.

Padahal, kondisi keuangan BUKA mulai membaik. Pada sembilan bulan pertama tahun 2021 ini, BUKA mampu mengurangi kerugian bersihnya  menjadi Rp 1,1 triliun. Padahal pada periode yang sama tahun lalu, BUKA menanggung rugi hingga Rp 1,4 triliun. Dari segi topline, pendapatan sejak awal tahun hingga akhir September 2021 mampu bertumbuh 42% yoy menjadi Rp 1,3 triliun.

Analis Kiwoom Sekuritas Indonesia Sukarno Alatas mengatakan, meskipun BUKA berhasil menekan kerugiannya, namun  rugi yang ditanggung saat ini terbilang masih besar. Sehingga, ada anggapan peluang BUKA untuk bisa mencetak laba di kemudian hari akan cukup sulit.

Baca Juga: Meneropong prospek saham-saham emiten yang dikoleksi SWF Singapura

Apalagi persaingan di industri e-commerce sangatlah ketat, dan BUKA kalah pamor dibandingkan perusahaan market place lainnya, katakanlah seperti Shoope & Tokopedia.

Secara gamblang, hal ini bisa dilihat dari jumlah pengguna atau hasil unduh (download) di playstore. Jumlah pengunduh aplikasi Bukalapak masih di  angka 50 jutaan pengguna, sedangkan pesaingnya seperti Shopee dan Tokopedia sudah di angka 100 juta unduhan. “Artinya Bukalapak ini sedikit kurang diminati,” terang Sukarno kepada Kontan.co.id, Senin (12/6).

Jika dilihat secara teknikal, tren harga saham BUKA yang terus turun sebelum ada tanda atau sinyal reversal trend, maka penurunan  saham bakal berlanjut. Sukarno menyematkan rekomendasi wait & see  untuk saham BUKA. Untuk mengurangi penurunan lebih dalam lagi, Sukarno menyebut pelaku pasar bisa  menjual (sell) saham BUKA yang sudah dipegang.

Secara teknikal, analis teknikal Henan Putihrai Sekuritas Mayang Anggita menyebut, saham BUKA bergerak downtrend di dalam pola parallel channel, dengan kondisi saat ini menghadapi uji support pada lower channel di 456. Target konservatif berada pada MA10 di sekitar 560.

Namun jika BUKA melanjutkan pelemahan, maka support selanjutnya berada pada target turun dari pola falling wedge di sekitar 400-396.

“Seiring posisinya yang ada di sekitar area support, maka boleh speculative buy dengan money management yang ketat (maksimal 20%), mengingat saat ini BUKA bergerak dalam trend turun,” terang Mayang.

Baca Juga: Saham-saham ini diborong korporasi asing, lihat rekomendasi sahamnya

Selanjutnya: Imbal hasil unitlink pendapatan tetap kembali jadi juara pada November 2021

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU

[X]
×