kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.581.000   -14.000   -0,54%
  • USD/IDR 17.992   80,00   0,45%
  • IDX 6.010   -61,64   -1,02%
  • KOMPAS100 774   -11,44   -1,46%
  • LQ45 592   -8,80   -1,46%
  • ISSI 208   -2,25   -1,07%
  • IDX30 328   -4,71   -1,41%
  • IDXHIDIV20 419   -5,32   -1,25%
  • IDX80 88   -1,32   -1,47%
  • IDXV30 114   -0,94   -0,82%
  • IDXQ30 107   -1,23   -1,13%

Saham Big Banks Lanjut Melemah pada Perdagangan Sesi I Hari Ini, Senin (30/3/2026)


Senin, 30 Maret 2026 / 12:44 WIB
Saham Big Banks Lanjut Melemah pada Perdagangan Sesi I Hari Ini, Senin (30/3/2026)
ILUSTRASI. Saham bank berkapitalisasi besar atau big banks melanjutkan pelemahan harga di sesi perdagangan pertama hari ini, Senin (30/3/2026). (ANTARA FOTO/ASPRILLA DWI ADHA)


Reporter: Ammar Rezqianto | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Saham bank berkapitalisasi besar atau big banks melanjutkan pelemahan harga di sesi perdagangan pertama hari ini, Senin (30/3/2026). Pelemahan terdalam dialami oleh BBCA.

Sampai penutupan istirahat siang ini, saham big banks kompak di zona merah. Urutannya sesuai dengan persentase pelemahan terbesar adalah PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI).

Secara rinci, BBCA saat ini berada di harga Rp 6.450 per saham atau turun 3,73%. Penurunan ini cukup dalam, terhitung sebesar 250 poin. BBCA bahkan sempat berada di Rp 6.375 pada pembukaan perdagangan.

Baca Juga: Siang Ini, Rupiah Melemah ke Rp 16.995 per Dolar AS

BBNI berada di harga Rp 3.820 per saham, turun 2,05%. BBNI tercatat terus mengalami penurunan harga sejak perdagangan pada 17 Maret 2026 lalu, di mana saat itu harga BBNI berada di RP 4.390.

BBRI berada di harga Rp 3.360 per saham, turun 1,75%. Sedangkan BMRI berada di harga Rp 4.700 per saham, turun 1,26%.

Seluruh saham big banks tersebut kompak berada di zona merah sejak pembukaan awal perdagangan hingga istirahat siang ini. 

Sebelumnya, dalam dua pekan terakhir, big banks telah mengeluarkan laporan kinerjanya masing-masing untuk Februari 2026.

Secara rinci, perolehan laba BBCA sebesar Rp 9,2 triliun naik 2,81% (yoy), laba BBNI Rp 3,41 triliun atau naik 3,41% (yoy), laba BBRI sebesar Rp 7,73 triliun atau naik 17,05% (yoy), serta laba BMRI mencapai Rp 8,9 triliun atau tumbuh 16,7% (yoy).

Head Research Korea Investment and Sekuritas Indonesia (KISI), Muhammad Wafi, menilai bahwa secara teori, rilis kinerja laba itu bisa menjadi penahan koreksi harga saham untuk jangka pendek. 

Adanya pertumbuhan dari kinerja masing-masing big banks, menurut Wafi, juga menjadi pertanda bahwa fundamental perusahaan masih dalam kondisi baik. Ia pun tetap menyarankan investor jangka panjang untuk mulai mengakumulasi.

Baca Juga: IHSG Melemah 0,38% ke 7.070 di Sesi I Senin (30/3), INCO, BBCA, AMRT Top Losers LQ45

Akan tetapi, untuk prospek harga saham ke depannya tidak bisa dilihat dari hasil kinerja saja. Wafi menyebut prospek harga saham nantinya akan lebih dipengaruhi oleh sentimen global.

"Pergerakan saham masih akan lebih didominasi oleh sentimen makro, seperti arah suku bunga The Fed, nilai tukar rupiah, dan arus dana asing," kata Wafi saat dihubungi, Jumat (27/3/2026).

Wafi menegaskan bahwa saham big banks masih layak menjadi instrumen investasi inti (core holdings) dalam portofolio investor, mengingat daya tahan fundamental yang masih terus terjaga.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Video Terkait



TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×