kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.652.000   21.000   0,80%
  • USD/IDR 16.893   23,00   0,14%
  • IDX 8.885   -0,10   0,00%
  • KOMPAS100 1.232   5,72   0,47%
  • LQ45 874   7,20   0,83%
  • ISSI 324   0,25   0,08%
  • IDX30 446   5,56   1,26%
  • IDXHIDIV20 530   9,50   1,83%
  • IDX80 137   0,76   0,56%
  • IDXV30 146   2,23   1,55%
  • IDXQ30 143   1,91   1,35%

Saham beredar naik, porsi publik susut


Senin, 11 Mei 2015 / 16:46 WIB
Saham beredar naik, porsi publik susut
ILUSTRASI. Manfaat ginseng.


Reporter: Amailia Putri Hasniawati | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Sebanyak 31 emiten menambah jumlah saham beredar dengan berbagai cara. Di antaranya, melalui rights issue, konversi waran, dividen saham, stock split dan merger.

Namun, bertambahnya jumlah saham beredar bukan jaminan porsi saham publik ikut meningkat. Misalnya, PT Ratu Prabu Energi Tbk (ARTI) dan PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk (WOMF) yang melakukan rights issue.

Jumlah saham beredar keduanya bertambah. ARTI dari 1,56 miliar saham menjadi 7,48 miliar saham. Sedangkan, WOMF dari 2 miliar saham menjadi 3,48 miliar. Namun, porsi kepemilikan publik malah menyusut.

Porsi saham publik ARTI awalnya 18,65%, setelah rights issue menjadi 3,48%. Begitu pula WOMF, dari 15,41% menjadi 13,78%. Hal ini ditengarai, sejumlah pemegang saham publik tidak mengeksekusi haknya pada pelaksanaan hajatan tersebut.

Begitu pula dengan merger antara PT Bank Himpunan Saudara 1906 Tbk (SDRA) dengan PT Bank Woori Indonesia (BWI). Merger ini membuat saham beredar SDRA meningkat dari 2,31 miliar saham menjadi 5,07 miilar saham. Namun, porsi kepemilikan masyarakat di saham ini turun dari 39,73% menjadi 7,46%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Mastering Management and Strategic Leadership (MiniMBA 2026) Global Finance 2026

[X]
×