kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.680.000   -30.000   -1,11%
  • USD/IDR 17.882   6,00   0,03%
  • IDX 6.374   105,97   1,69%
  • KOMPAS100 836   13,50   1,64%
  • LQ45 634   8,05   1,29%
  • ISSI 220   3,58   1,65%
  • IDX30 354   2,96   0,84%
  • IDXHIDIV20 429   0,94   0,22%
  • IDX80 95   1,52   1,62%
  • IDXV30 118   0,42   0,35%
  • IDXQ30 112   0,52   0,46%

Rupiah tertekan kebutuhan dalam negeri


Selasa, 16 Oktober 2012 / 06:42 WIB
ILUSTRASI. Plank, termasuk salah satu cara menurunkan berat badan secara alami.


Reporter: Noor Muhammad Falih | Editor: Avanty Nurdiana

JAKARTA. Pergerakan rupiah awal pekan masih lesu. Pasangan USD/IDR, Senin (15/10), di pasar spot menguat 0,39% di 9.623. Sedangkan, berdasar kurs tengah BI, rupiah menguat 0,12% ke 9.590 terhadap dollar AS.

Analis Divisi Tresuri BNI Klara Pramesti mengatakan, rilis indeks data kepercayaan konsumen AS yang bagus dan data neraca perdagangan China positif sebenarnya bisa menjadi faktor pendorong rupiah. Sayang, permintaan korporasi terhadap dollar AS untuk keperluan ekspor impor besar.

Analis Monex Investindo Futures Albertus Christian menambahkan, kondisi Eropa yang belum stabil masih jadi sentimen negatif. Namun, ada obat kuat bagi rupiah, yaitu data inflasi China yang melambat. Consumer Price Index (CPI) China turun dari 1,9% dari 2,0%.

Adapun, pernyataan pemerintah yang menjaga inflasi di 4,3% sampai 2013 justru buruk bagi rupiah.

Karena itu, kedua analis ini proyeksi rupiah hari ini masih akan melemah. Albertus memperkirakan USD/IDR di 9.585 - 9.635. Sedangkan, proyeksi Klara di 9.560 - 9.600

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×