kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Rupiah tergencet dari dua sisi


Rabu, 07 Januari 2015 / 07:50 WIB
Rupiah tergencet dari dua sisi
Menkominfo Arie Budi Setiadi bersama wakil menteri saat pelantikan oleh Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Jakarta Pusat, Senin (17/07/2023).


Reporter: Namira Daufina, Veri Nurhansyah Tragistina | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Nilai mata uang rupiah kian murah di hadapan dollar Amerika Serikat (AS). Indikator ekonomi domestik yang meleset dari harapan menjadi penggerus utama rupiah dua hari terakhir.

Di pasar spot, Selasa (6/1), pasangan USD/IDR naik 0,26% dari hari sebelumnya menjadi Rp 12.647. Kurs tengah Bank Indonesia juga mencatat, rupiah melemah 0,55% menjadi Rp 12.658.

Analis Pasar Uang Bank Mandiri Tbk, Reny Eka Putri mengatakan, rupiah tergencet oleh sentimen global dan domestik. Dari global, perekonomian AS kian membaik, sehingga mencuatkan spekulasi The Federal Reserve (Fed) akan menaikkan suku bunga  acuan dalam waktu dekat. "Alhasil, investor mulai mengumpulkan dollar AS," terang Reny, Selasa (6/1).

Di sisi lain, indikator domestik kian menekan rupiah. Menurut Kiswoyo Adi Joe, Analis PT Investa Saran Mandiri, defisit neraca dagang November 2014 mencapai US$ 420 juta. Ini sudah jauh melebihi ekspektasi.

Kiswoyo dan Reny kompak memprediksikan rupiah melanjutkan koreksi pada hari ini (7/1). Prediksi Reny, rupiah bergulir antara 12.590-12.724. Prediksi Kiswoyo, mata uang garuda ini bergerak di kisaran antara 12.500-12.700.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×