Reporter: Vatrischa Putri Nur | Editor: Tri Sulistiowati
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Nilai tukar rupiah kembali menembus level Rp 17.000 pada perdagangan awal pekan Senin (6/4/2026).
Mengutip data Bloomberg, rupiah pasar spot ditutup di Rp 17.035 per dolar AS, melemah 0,32% dari posisi akhir pekan lalu Rp 16.980.
Sementara pada Jakarta Interbank Spot Dollar Index (Jisdor) Bank Indonesia mencatat rupiah di Rp 17.037 per dolar AS, turun 0,13% dari posisi Rp 17.015.
Chief Analyst Doo Financial Futures Lukman Leong menilai, pelemahan rupiah kali ini dipengaruhi kombinasi sentimen domestik dan global yang sama-sama kurang kondusif.
Baca Juga: Progres Proyek Harbour Road II Capai 32,31%, WIKA Targetkan Rampung Desember 2026
Ia menjelaskan, dari sisi eksternal, pergerakan rupiah sebenarnya terjadi di tengah pelemahan indeks dolar AS. Namun, kondisi tersebut belum mampu menopang mata uang Garuda.
"Rupiah ditutup melemah terhadap dolar AS walau indeks dolar AS hari ini terkoreksi cukup besar," ujar Lukman kepada Kontan, Senin (6/4/2026).
Menurutnya, tekanan utama justru datang dari dalam negeri. Kekhawatiran pasar terhadap kondisi fiskal Indonesia menjadi salah satu faktor dominan yang menekan rupiah.
Lukman menyoroti risiko defisit fiskal yang berpotensi melebar, terutama di tengah kenaikan harga minyak mentah dunia. Situasi ini dinilai dapat memperbesar beban subsidi energi, mengingat pemerintah masih menahan harga bahan bakar minyak (BBM) di dalam negeri.
Untuk perdagangan Selasa (7/4/2026), Lukman memperkirakan tekanan terhadap rupiah masih akan berlanjut. Pelaku pasar saat ini mencermati perkembangan geopolitik global yang berpotensi meningkatkan risiko.
Ia menyebutkan, ancaman eskalasi konflik di Timur Tengah, khususnya potensi serangan besar Amerika Serikat terhadap Iran, menjadi faktor yang perlu diwaspadai.
"Investor pastinya mengantisipasi ancaman penyerangan besar-besaran AS ke Iran, hal ini akan memperburuk sentimen," kata Lukman.
Dengan kondisi tersebut, rupiah diperkirakan masih berada dalam tekanan, terutama jika tidak ada langkah intervensi dari Bank Indonesia untuk menstabilkan nilai tukar.
Lukman memproyeksikan, pergerakan rupiah pada Selasa (7/4/2026) akan berada dalam kisaran Rp 17.000 hingga Rp 17.100 per dolar AS.
Baca Juga: IHSG Turun Tinggalkan Level 7.000, Top Losers LQ45: DSSA, BREN & MAPI, Senin (6/4)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













