kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.894   -6,00   -0,04%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Rupiah pekan depan diramal masih melemah


Jumat, 28 Oktober 2016 / 20:25 WIB
Rupiah pekan depan diramal masih melemah


Reporter: Petrus Sian Edvansa | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Data ekonomi Amerika Serikat yang cukup baik membuat rupiah kembali tertekan pada penutupan, Jumat (27/10). Apalagi, pelaku pasar masih yakin Federal Reserve masih akan menaikkan suku bunga AS pada akhir tahun ini.

Mengutip Bloomberg, Pada Jumat (28/10), rupiah tidak mampu berbuat banyak dan hanya mampu bertengger di level Rp 13.051. Angka ini mencatatkan penguatan dollar AS terhadap rupiah sebesar 0,14% dibanding hari sebelumnya.

Dalam sepekan, rupiah juga terpeleset sebanyak 0,07% setelah pada Jumat (21/10) ditutup di level Rp 13.042.

Sementara di kurs tengah Bank Indonesia (BI), pada Jumat (28/10) rupiah terlihat kembali melemah sebesar 0,16% dari hari sebelumnya dan hanya berada di level Rp 13.048 per dollar AS.

Bahkan, bila dibandingkan dengan hari yang sama sepekan sebelumnya, rupiah malah melemah sebanyak 0,21%. Tercatat, pada Jumat (21/10) rupiah berada di level Rp 13.020 per dollar AS.

Analis Monex Investindo Futures Putu Agus Pransuamitra merasa, rupiah berpotensi dibuka melemah pada perdagangan Senin (31/10) melihat data Produk Domestik Bruto (PDB) AS yang rilis pada Jumat (28/10) malam waktu Jakarta jika ternyata lebih baik dari prediksi.

Memang, rilis dari Biro Analisa Ekonomi AS mencatatkan PDB yang tumbuh sebesar 2,9% pada kuartal ketiga. Padahal konsensus analis hanya memprediksi pertumbuhan sebesar 2,5%.

Untuk ke depannya, Putu menilai perbaikan rupiah masih didominasi oleh sentimen dalam negeri. Dia mengajak kita untuk mencermati rilis pertumbuhan Ekonomi Indonesia triwulan III-2016 oleh BI. Dia optimistis, apabila pertumbuhannya mampu mencapai angka 5%, maka itu akan menjadi pelumas bagi mesin pendorong rupiah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×