kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.651.000   11.000   0,42%
  • USD/IDR 17.974   -39,00   -0,22%
  • IDX 5.889   144,14   2,51%
  • KOMPAS100 765   21,44   2,88%
  • LQ45 581   15,90   2,81%
  • ISSI 204   4,61   2,31%
  • IDX30 329   8,62   2,69%
  • IDXHIDIV20 405   10,15   2,57%
  • IDX80 87   2,36   2,79%
  • IDXV30 110   2,24   2,08%
  • IDXQ30 106   2,77   2,68%

Rupiah menunggu data domestik


Kamis, 15 Oktober 2015 / 07:00 WIB


Reporter: Wuwun Nafsiah | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Nilai tukar rupiah masih rawan jatuh, hari ini. Data ekonomi domestik disinyalir tidak cukup kuat melawan efek perlambatan ekonomi China.

Kemarin (14/10), di pasar spot, mata uang Garuda terapresiasi 0,16% ke Rp 13.616 per dollar, setelah melemah tajam 1,7% pada hari sebelumnya. Kurs tengah Bank Indonesia mencatat, Selasa (13/10), rupiah tumbang 0,68% ke Rp 13.557 per dollar, akibat impor China turun tajam.

Research and Analyst Divisi Treasury BNI Trian Fathria menilai, penguatan rupiah di pasar spot lantaran pasar mengantisipasi data neraca dagang dan tingkat suku bunga. Namun, efek data impor China masih mengancam rupiah.

Itu sebabnya Trian menebak, hari ini, rupiah rawan melemah di Rp 13.500-Rp 13.750 per dollar AS.

Research and Analyst Monex Investindo Futures Agus Chandra menduga, hari ini rupiah tertekan Rp 13.500- Rp 13.800 per dollar AS. "Neraca dagang diprediksi surplus, tapi angka impor dan ekspor turun," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×