kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Rupiah menunggu amunisi dari BI


Kamis, 21 Juli 2016 / 06:46 WIB


Reporter: Wuwun Nafsiah | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Rupiah tak berdaya di tengah tekanan penguatan dollar Amerika Serikat (AS). Selanjutnya, rupiah menanti amunisi dari rapat direksi Bank Indonesia (BI). Di pasar spot Rabu (20/7), nilai tukar rupiah terhadap dollar AS melemah 0,18% ke 13.112 dibanding sehari sebelumnya. Sementara kurs tengah BI, rupiah tergerus 0,1% menjadi 13.100.

Analis PT Garuda Berjangka Sri Wahyudi mengatakan, rupiah tertekan oleh penguatan dollar AS. Data-data ekonomi AS mendukung laju USD, seperti data housing starts dan building permits.

"Menunggu rapat The Fed pekan depan, spekulasi kenaikan suku bunga AS kembali berkembang," kata Wahyudi.

David Sumual, Ekonom Bank Central Asia juga bilang, isu eksternal mendominasi rupiah. Terlihat dari pelemahan rupiah, seiring mata uang regional. Selanjutnya, rupiah menanti keputusan suku bunga BI, Kamis (21/7).

"BI masih bisa memangkas suku bunga, meski kemungkinan mengambil kebijakan lain juga besar," papar David.

Kamis (21/7), David memprediksi, rupiah menguat di 13.050-13.200. Wahyudi menduga, rupiah mendaki ke 13.000 13.200.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×