kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.850.000   0   0,00%
  • USD/IDR 16.923   27,00   0,16%
  • IDX 7.164   -138,03   -1,89%
  • KOMPAS100 989   -24,52   -2,42%
  • LQ45 732   -14,72   -1,97%
  • ISSI 252   -6,20   -2,41%
  • IDX30 398   -8,38   -2,06%
  • IDXHIDIV20 499   -11,65   -2,28%
  • IDX80 112   -2,43   -2,13%
  • IDXV30 136   -1,81   -1,31%
  • IDXQ30 130   -3,03   -2,28%

Rupiah Menguat Rp16.904, APBN Dinilai Masih Kuat Tahan Gejolak Harga Minyak


Kamis, 26 Maret 2026 / 16:25 WIB
Rupiah Menguat Rp16.904, APBN Dinilai Masih Kuat Tahan Gejolak Harga Minyak
ILUSTRASI. Rupiah ditutup menguat 0,50 persen (ANTARA FOTO/MUHAMMAD ADIMAJA)


Reporter: Vatrischa Putri Nur | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Nilai tukar rupiah di pasar spot terpantau mengalami sedikit penguatan. Kamis (26/3/2026), ditutup di level Rp 16.904 per dolar Amerika Serikat (AS).

Ini membuat rupiah menguat 0,04% dibanding penutupan hari sebelumnya yang berada di level Rp 16.911 per dolar AS.

Sejalan dengan itu, berdasarkan kurs referensi Bank Indonesia (Jisdor), rupiah juga menguat 0,01% dibandingkan perdagangan hari kemarin, menjadi Rp 16.903 per dolar AS dari sebelumnya Rp 16.905 per dolar AS.

Pengamat ekonomi, mata uang, dan komoditas, Ibrahim Assuaibi menilai, penguatan rupiah terjadi di tengah kondisi eksternal yang masih dibayangi ketidakpastian, terutama terkait pergerakan harga minyak dunia. 

Meski demikian, menurutnya fluktuasi harga minyak saat ini belum cukup signifikan untuk mengganggu stabilitas fiskal domestik.

Baca Juga: IHSG Ditutup Anjlok 1,89% ke 7.164 Hari Ini (26/3), Top Losers LQ45: BRPT, MBMA, BUMI

Pemerintah belum berencana menyesuaikan atau menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi dalam waktu dekat. APBN masih memiliki bantalan yang cukup kuat untuk menahan gejolak harga minyak mentah global saat ini.

"Fluktuasi harga minyak dunia yang terjadi belakangan ini belum mencapai titik yang membahayakan postur anggaran. Oleh karena itu, wacana pembatasan kuota maupun kenaikan harga BBM subsidi sama sekali belum masuk dalam radar kebijakan pemerintah," ujar Ibrahim, Kamis (26/3/2026).

Saat ini dicatat Ibrahim pergerakan harga minyak mentah Indonesia (ICP) masih berada di kisaran US$ 74 per barel, sedikit di atas asumsi APBN sebesar US$ 70 per barel.

Angka ini memang sedikit meleset dari asumsi makro APBN yang dipatok pada level US$ 70 per barel. Namun, selisih US$ 4 per barel tersebut dinilai masih sangat terkelola dan tidak menjustifikasi adanya tindakan reaktif dari pemerintah. Perhitungan APBN didasarkan pada rata-rata pergerakan harga sepanjang tahun, bukan lonjakan sesaat. 

Namun untuk perdagangan Jumat (27/3), Ibrahim mengingatkan bahwa ketidakpastian global masih cukup tinggi. 

Hal ini terutama dipicu oleh perkembangan geopolitik di Timur Tengah, termasuk sikap Iran yang menolak negosiasi langsung dengan Amerika Serikat.

Selain itu, Selat Hormuz yang menjadi jalur vital bagi sekitar 20% distribusi minyak global masih menjadi perhatian pasar. Setiap potensi gangguan di wilayah tersebut berisiko mendorong lonjakan harga minyak dunia dan meningkatkan tekanan terhadap pasar keuangan, termasuk nilai tukar.

Di sisi lain, pelaku pasar juga mencermati sinyal dari pemerintah AS yang mengindikasikan kemungkinan langkah lebih tegas terhadap Iran jika tidak menunjukkan sikap kooperatif, sehingga menambah ketidakpastian global.

Dengan berbagai sentimen tersebut, Ibrahim memproyeksikan rupiah akan bergerak fluktuatif pada Jumat (27/3/2026) dalam kisaran Rp 16.900 hingga Rp 16.940 per dolar AS.

Baca Juga: Triputra Agro Persada (TAPG) Catatkan Produksi CPO Naik 4% Sepanjang 2025

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Financial Statement in Action

[X]
×