kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.047.000   8.000   0,26%
  • USD/IDR 16.875   -95,00   -0,56%
  • IDX 7.441   103,54   1,41%
  • KOMPAS100 1.037   16,87   1,65%
  • LQ45 760   9,37   1,25%
  • ISSI 262   5,17   2,01%
  • IDX30 401   3,98   1,00%
  • IDXHIDIV20 495   1,94   0,39%
  • IDX80 117   1,87   1,63%
  • IDXV30 135   1,59   1,20%
  • IDXQ30 129   0,82   0,64%

Rupiah Menguat ke Rp 16.863 Per Dolar AS, Ini Proyeksinya untuk Rabu (11/3/2026)


Selasa, 10 Maret 2026 / 16:25 WIB
Rupiah Menguat ke Rp 16.863 Per Dolar AS, Ini Proyeksinya untuk Rabu (11/3/2026)
ILUSTRASI. Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menguat. Rupiah di pasar spot ditutup pada level Rp 16.863 per dolar AS pada Selasa (10/3). (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Alya Fathinah | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menguat. Rupiah di pasar spot ditutup pada level Rp 16.863 per dolar AS pada Selasa (10/3). Sejalan dengan itu, rupiah Jisdor Bank Indonesia (BI) juga menguat 0,56% secara harian menjadi Rp 16.879 per dolar AS pada Selasa (10/3).

Pengamat mata uang, Ibrahim Assuaibi mengatakan sentimen eksternal penguatan rupiah terhadap dolar AS disebabkan komunikasi antara Donald Trump dan Vladimir Putin terkait penyelesaian cepat perang Iran agar meredakan kekhawatiran gangguan pasokan yang berkepanjangan.

"Negara-negara G7 pada hari Senin mengatakan mereka siap untuk menerapkan "langkah-langkah yang diperlukan" sebagai respons terhadap melonjaknya harga minyak global, tetapi tidak sampai berkomitmen untuk melepaskan cadangan darurat," ujar Ibrahim pada Selasa (10/3/2026).

Baca Juga: IHSG Menguat 1,41% ke 7.440 pada Selasa (10/3), MBMA, EXCL, INKP Top Gainers LQ45

Ibrahim bilang cadangan devisa negara yang menyusut sebagai imbas perang AS-Israel dan Iran turut mempengaruhi. Meskipun, kata Ibrahim, Bank Indonesia menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan.

Chief Analyst Doo Financial Futures Lukman Leong juga mengatakan penguatan rupiah terhadap dolar AS dipicu oleh optimisme investor seiring turunnya harga minyak dunia.

"Namun sentimen belum tentu bertahan, dan sentimen bisa kembali berbalik arah," kata Lukman. 

Baca Juga: Trump Bicara Akhir Perang, Harga Aluminium Global Langsung Turun

Ia menambahkan dari sisi domestik, data penjualan ritel sudah lebih kuat dari perkiraan sebelumnya sehingga ikut mendukung penguatan rupiah. 

Lukman menilai secara umum pergerakan rupiah masih dipengaruhi faktor eksternal terutama konflik geopolitik Timur Tengah. 

Untuk perdagangan besok, Ibrahim menilai mata uang rupiah fluktuatif, tetapi akan menguat di rentang Rp 16.820 - Rp 16.870 per dolar AS. Sedangkan, Lukman memproyeksi di rentang Rp 16.800 - Rp 16.950 per dolar AS.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Video Terkait



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Financial Statement in Action

[X]
×